Beranda Headline Pengedar Sabu Asal Beleka Dibekuk

Pengedar Sabu Asal Beleka Dibekuk

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA TANGKAP: Anggota Polres saat menunjukkan pengguna sabu, Sabtu (9/06).

PRAYA — Satnarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) kembali membekuk pengedar sabu berinisal AD, 37 tahun warga Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur.
Pelaku yang ditangkap Jumat (8/6) sekitar pukul 21.30 wita saat sedang asyik memperbaiki kendaraan di kediamanya. Pelaku diketahui sehari- hari bekerja di bengkel yang nyambi sebagai penjual sabu. “Ya, kita amankan pelaku karena diduga menguasai Narkotika Gol 1 Tanpa Hak jenis Sabu dan diduga bahwa pelaku selain bekerja di bengkel,” terang Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Muhaemin saat ditemui ruang kerjanya, Sabtu (9/6).
Ia menyatakan, selain pihaknya mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa tiga poket besar kristal bening yang diduga Narkotika Gol I bukan tanaman jenis Sabu, satu poket kecil kristal bening yang diduga Narkotika Gol I bukan tanaman jenis Sabu, satu buah rangkaian alat hisap, satu buah pipet atau sendok, satu buah handpone, satu bungkus plastik klip kosong dan uang tunai sebanyak Rp 490 ribu yang diduga hasil penjualan pelaku.
“Pelaku ini memang sudah lama menjadi target aparat kepolisian. Karena memang diduga jika pelaku ini merupakan bandar yang sering menjajakan barang haram mereka di wilayah Beleka dan membuat masyarakat menjadi resah,”jelasnya.
Ia mengaku, pelaku diamankan berkat adanya informasi dari masyarakat yang peduli terhadap pemberantasan barang haram tersebut, dengan adanya laporan tersebut membuat petugas melakukan penyelidikan. Ternyata setelah ditelusuri petugas menemukan bahwa pelaku sering melakukan transaksi barang haram tersebut.
“Pelaku ini sudah lama kita intai karena adanya laporan masyarakat. Ternyata setelah kita geledah kita mendapatkan berbagai macam barang bukti dari dalam kamar korban.korbanpun tidak bisa berkutik saat kita lakukan penangkapan sehingga pelaku langsung kita gelandang ke Mapolres Lombok Tengah,” cetusnya.
Ia menambahkan, selain sebagai pengedar namun diketahui bahwa pelaku merupakan pengguna aktif barang haram tersebut sudah lama. Dimana pelaku biasa menggunakan barang haram tersebut dari sisa penjulan yang dilakukan. “Pelaku ini memang sudah lama menjadi target karena pelaku sendiri sebagai pengguna aktif hampir satu tahun,” tambahnya.
Lebih jauh disampaikan, sebenarnya pelaku sudah lama menjadi target. Hanya saja pelaku dalam melancarkan barang haramnya tersebut tergolong sangat lincah. Pelaku memang sudah bisa membaca kondisi dilapangan. Sehingga, dalam mengambil barang untuk dijualpun, pelaku mengambil seadanya. “Penjualan memang tak bersekala besar, karena pelaku mengambil barang haram ini sesuai dengan kebutuhan. Makanya sangat sulit terdeteksi.”jelasnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, saat ini, pelaku terpaksa menikmati massa tuanya dipenjara, karena pelaku terancam selama 4 tahun penjara atas ulah yang dilakukan itu. “ Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat (1), Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (1) huruf a tentang narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara,” tegasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here