Beranda Headline Lotim Bakal Dapat Penghargaan Mendagri

Lotim Bakal Dapat Penghargaan Mendagri

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA UNGKAP: PJS Bupati Lotim saat mengungkapkan beberapa PR harus dituntaskan bersama pemerintah daerah ini, dan meluruskan polemik pemotongan gaji 13 dan 14 untuk zakat, kemarin.

Jawab Polemik Pemotongan Gaji 13 dan 14

LOTIM – Beberapa hari lagi, H Ahsanul Khalik meninggalkan kursi Bupati Lombok Timur (Lotim), sebagai Penjabat Sementara (PJS). Momen buka bersama puluhan awak media, kemarin, Ahsanul mengungkapkan sejumlah pekerjaan yang harus ditindaklanjuti pemerintahan berikutnya. Termasuk membeberkan bahwa dalam waktu dekat Gumi Patuh Karya akan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
“Insya Allah, tanggal 9 Juli mendatang, Mendagri rencanakan akan turun memberikan penghargaan atas perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah Lombok Timur,” kata PJS Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik.
Penghargaan atas perubahan itu, termasuk salah satunya pelayanan publik yang terus mengalami perbaikan dengan sejumlah pihak terkait. Manfaat kerjasama dengan pihak lembaga swasta ini, menurutnya sangat dirasakan baik. Sehingga, Lotim akan menerima penghargaan dari Mendagri.
“Perkembangan terakhir, saya sudah tandatangan bersama Badan Perencana Pembangunan nasional (Bappenas), sekitar 36 desa di wilayah pesisir, akan mendapat pendampingan dari LSM Kanada,” ucapnya.
Selama 4 bulan menjalankan tugas sebagai PJS ungkap Ahsanul lebih jauh, yang harus menjadi perhatian bersama, bagaimana pengembangan potensi pariwisata, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberdayakan masyarakat. “Yang masih dihadapi daerah ini dan menjadi atensi, masalah kemiskinan. Semua masalah yang ada, harus diselesaikan bersama,” tegasnya.
Kesempatan itu pula, Ahsanul yang masa jabatannya berakhir 23 Juni mendatang ini, mencoba meluruskan masalah surat imbauan tentang pemotongan gaji 13 dan 14 untuk zakat yang belakangan menjadi polemik. Imbauan itu, menurutnya meninggalkan kesan ada pemotongan. Namun imbauan itu sudah diperkuat kembali dengan surat kedua, bahwa pemotongan gaji 13 dan 14 untuk zakat itu bagi yang sukarela. “Informasi saya terima, sudah ada dana dipotong bendahara dan disetorkan ke rekening Bazda. Jika keberatan, silakan dikembalikan. Terutama, yang belum menyetorkan ke rekening Bazda, silahkan kembalikan pada mereka yang berkeberatan,” pungkasnya seraya menegaskan, baginya imbauan itu bagian dari dakwah yang harus dilakukan. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here