Beranda Mataram Harga Bapok Mulai Naik, Tapi Stabil

Harga Bapok Mulai Naik, Tapi Stabil

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA SIDAK: Kepala Dinas Perdagangan NTB Putu Selly Andayani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achris Sarwani, Plt Kabid PDN Dinas Perdagangan NTB Lalu Suparno, Kasi Pengendalian Bapokting Dinas Perdagangan Kota Mataram Anugerahadi Kuswara saat melihat langsung ketersediaan cabai di pasar Mandalika, Minggu (9/5).

MATARAM– Tim Terpadu Satgas Pangan NTB yang terdiri dari Dinas Perdagangan NTB, Bank Indonesia, Polda NTB dan Dinas perdagangan kota Mataram, melakukan sidak di pasar Mandalika, Kota Mataram. Sidak itu terkait perkembangan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok (Bapok).
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Mandalika memasuki hari ke 25 bulan suci Ramadan dalam posisi stabil. Stok juga cukup tersedia. “Tapi dalam pantauan hari ini, harga cabai rawit naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 40.000 perkilogram,” ujarnya.
Kenaikan harga cabai lantaran stok berkurang, sedangkan permintaan banyak. “Cabai lokal stoknya kurang. Cabai dari Jawa tidak bisa dikirim karana di Jawa juga kurang. Ada efek psikologis Idul Fitri dan kebutuhan dapur sehingga menyebabkan kenaikan di NTB,” jelasnya.
Sedangkan kalau untuk harga bahan pokok lainnya seperti beras premium Rp 9.500 perkilogram, beras mediun Rp 9.000 perkilogram, daging sapi murni Rp 120.000 perkilogram daging ayam broiler Rp.37.000 perkilogram, telur ayam ras Rp 43.000 perkilogram, bawang merah Rp 20.000 perkilogram, bawang putih Rp 20.000 perkilogram, cabai merah besar biasa Rp 25.000 perkilogram, cabai keriting Rp 23.000 perkilogram, gula pasir Rp 12.000 perkilogram, minyak goreng curah Rp 11.500 perliter.
“Secara umum harga Bapok di wilayah Kota Mataram masih stabil dan stok cukup tersedia,” ucap Selly.
Adapun kenaikan harga beberapa komoditas masih dalam tahap yang wajar, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan. Serta psikologi pedagang yang cenderung menaikkan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau hari raya Idul Fitri 1439 H Tahun 2018. “Kenaikan masih wajar, dan belum melampaui HET. Tapi kita akan cek lagi Senin (10/5) ke pasar-pasar lain,” katanya.
Sementara salah satu pedagang cabai di pasar induk Mandalika, Gazali mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak tiga hari lalu. “Baru beberapa hari naiknya, kenaikan karena masa panen masih belum. Kemungkinan usai lebaran petani cabai panen, dan harga cabai anjlok,” katanya.
Untuk saat ini pasokan cabai hanya didatangkan dari Sekotong Lombok Barat (Lobar). Sedangkan dari daerah Bima, Lotim, dan Loteng masih belum datang. “Belum semua panen jadi mahal. Kita berharap sih segera turun lagi,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here