Beranda Lombok Barat Debat Kedua di GOR Mini Gerung

Debat Kedua di GOR Mini Gerung

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Suhaimi Syamsuri

LOBAR—Debat publik kandidat bupati dan wakil bupati Lombok Barat (Lobar) kedua, akan digelar pada hari terakhir kampanye 23 Juni mendatang. Segala persiapan untuk debat itu terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lobar.
Berbeda dengan lokasi debat publik pertama di Hotel Sentosa Senggigi. Debat kandidat kedua ini, KPU memilih lokasi gedung olahraga (GOR) Mini Gerung. “Sesuai hasil pleno KPU Lobar, lokasinya di GOR mini Gerung,” kata Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri, kemarin.
Bahkan diakui Syamsuri, undangan untuk menyaksikan debat ini akan lebih banyak dibandingkan yang pertama. Rencananya, pihaknya akan mengundang sesuai kapasitas maksimal dari GOR mini itu. “Rencananya nanti kalau tidak berubah, berapa isi GOR itu kita penuhi dengan pendukung masing-masing Paslon. Umpamanya kapasitasnya seribu, 700 untuk pendukung, 30 untuk tamu dan panitia,” jelasnya.
Menurutnya, banyaknya undangan yang diperbolehkan masuk dalam GOR mini itu dimaksudkan agar lebih memeriahkan lagi debat itu. Sebab masih banyak yang ingin melihat para Paslonnya, termasuk warga sekitar Gerung.
Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada media yang menyiarkan secara langsung debat itu, untuk mencoba dahulu siaran di lokasi sebelum hari debat. Hal ini dilakukan untuk memastikan semuanya lancar saat siaran langsung debat kandidat. Mengingat pada debat sebelumnya, cukup banyak keluhan dari masyarakat yang tidak bisa menyaksikan debat lantaran siaran yang dirasa buruk.
“Kita minta tes dulu mulai live di situ. Pokoknya paling lambat sebelum debat untuk menguji tes kemampuan penyiaran. Supaya tidak muncul keluha,” jelasnya.
Jika seluruh persiapan audio visual dari live itu sudah siap dan baik, barulah akan dilanjutkan saat debat. Namun jika sebaliknya, pihaknya akan memilih untuk off air. “Dari pada kita tetap maksa live tapi tidak bagus,” imbuhnya.
Mengenai materi pertanyaan debat ke-2, tidak jauh berbeda dengan debat pertama. Sebab materi tersebut sudah disiapkan oleh tim pakar pada debat pertama. Hanya pada debat kedua ini, pihaknya mengambil tema penyelarasan kebijakan pusat dengan daerah.
Ia mengatakan, tema ini diambil agar pemerintah daerah memiliki konsep pembangunan yang tidak jauh beda dengan kebijakan nasional, supaya tercapai tujuan pembangunan nasional. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here