Beranda Praya Metro Cara Pemdes Kopang Rembiga Tanggulangi Sampah

Cara Pemdes Kopang Rembiga Tanggulangi Sampah

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SIAP KERJA: Sejumlah petugas kebersihan di Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang siap bekerja menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah warga.

Sasar Sampah Hingga RT, 2018 Bakal Beli Alat Pengolahan
Persoalan sampah merupakan persoalan yang sulit diatasi di dalam kehidupan sehari-hari. Padahal dampaknya sangat terasa. Terutama untuk kebersihan lingkungan. Dan terhindar dari berbagai penyakit. Hal inilah yang mulai dipikirkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang saat ini. Bagaimana caranya?” Berikut catatan wartawan Radar Mandalika.
TARNADI-LOTENG

DIMUSIM penghujan, berserakannya sampah sangat terasa menjijikkan. Baik sampah organic maupun non organik. Kenapa tidak, hal ini pun mengundang bintik-bintik penyakit di sekitar tempat tinggal kita. Rupanya, persoalan penanggulangan sampah tidak hanya terjadi di beberapa desa di Lombok Tengah. Namun, juga dialami oleh hampir 99 persen. Apalagi, di desa-desa yang produksi sampahnya tergolong besar ketimbang desa-desa lainnya. Dari sinilah, untuk memperlancar proses penangananya sampah. Pemdes Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang ingin cara beda dengan desa lainnya. Caranya, Pemdes yang dinahkodai oleh Widianto selaku Kades. Kini melakukan terobosan baru dengan menyiapkan dua kontiner dan enam kendaraan roda tiga jenis Kaisar sebagai sarana pengangkutannya. Tak tanggung-tanggung, tiga unit kendaraan roda tiga dan dua unit container yang dipergunakan untuk mengumpulkan sampah warga. Pemdes mengalokasikan dana puluhan juta melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk menggangarkan pembeliannya. Sedangkan tiga mobil container lainnya mereka terima dari bantuan Dinas Perdagangan Provinsi. Belajar dari berbagai refrensi soal penangulangan sampah. Pemdes setempat pun tidak akan jadikan sampah sebagai barang kotor saja. Namun bakal disulap menjadi sesuatu yang berharga. Bahkan, rencananya, Pemdes pada tahun ini bakal membeli alat pengolahan sampah permanen. Nantinya, dari hasil pengolahannya bisa dijadikan sumber Pendapatan asli Desa (PADes).Untuk sementara, sampah ini akan dipisahkan menjadi dua. Sampah organic dan sampah non organic. Tak hanya itu, agar penanganannya lancar, Pemdes juga telah menyusun jadwal bagi petugas kebersihan yang telah dibentuk sebelumnya untuk mengangkut sampah warga per Rukun Tetangga (RT). Tapi sebelum itu, masing-masing RT ditaruh wadah tempat mereka membuang sampah. Untuk kemudian, nantinya di tempat tersebut sampahnya akan diambil oleh petugas sampah.
“Kalau kita tidak begini, lama-kelamaan kita akan menjadi desa sampah. Apalagi, produksi sampah di sini cukup besar dengan adanya Pasar Jelojok penghasil sampah terbesar ke dua setelah Pasar Renteng,” ungkap Kades Kopang Rembiga, Widianto.
Langkah ini, juga untuk mengantisipasi terjadinya berbagai ancaman bencana. Seperti, banjir yang dikarenakan menumpuknya sampah di Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) warga, menyebarnya wabah penyakit, dan lainnya. Apalagi, intensitas hujan saat ini mulai tinggi.
“Salah satu kita mencegah terjadinya banjir, ya dengan menangulangi sampahnya dulu,” sambung Kades yang belum genap menjabat dua tahun menjabat ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here