Beranda Headline Bule Jerman Dibegal di Mekar Sari

Bule Jerman Dibegal di Mekar Sari

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA— Seorang bule asal Jerman dibegal pada Jumat (8/6) di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat.
Korban, Alexandra Tiomirova Alexieva, 30 tahun dibegal sekitar pukul 15.30 wita saat berada di Jalan raya Mekar Sari-Kuta tepatnya di tanjakan Tebetak Dusun Lancing Desa Mekar Sari. Pada saat berkendara dengan teman yakni, Michel Schodder, 32 tahun baru pulang dari Pantai Selong Belanak dan niat ingin pulang ke penginapan di Kuta.
Di tempat kejadian, korban dan saksi dipepet oleh dua orang dengan satu sepeda motor. Saat itulah kedua pelaku dengan cepat langsung menarik tas milik korban sampai putus dan berhasil membawa tas milik korban yang berisi satu buah handphone merk samsung type S-8 warna hitam, satu buah Hanphone merk I Phone warna merah muda, satu buah kartu kredit, uang tunai Rp 2 juta, dua buah I Pod warna hitam dan silver serta tablet book warna hitam yang menyebabkan korban mengalami kerugian mencapai Rp 29 juta.
Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisan terdekat. Sehingga petugas mendatangi tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi- saksi. Namun hingga saat ini pelaku masih belum bisa ditangkap oleh petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa wisatawan yang rencananya akan pulang ke penginapanya yang berada di Kuta Bar and Restaurant Kuta.
“Kami sedang tangani kasus ini sekarang,” kata Rafles Sabtu (9/6).
Ia menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya sudah melakukan pengejaran kepada dua orang terduga pelaku tersebut, dijelaskanya bahwa setiap kejadian terutama yang menimpa para WNA tersebut akan menjadi atensi mereka. Mengingat jangan sampai aksi para pelaku kejahatan tersebut memawa citra buruk bagi perkembangan dunia pariwisata yang ada di Daerah tersebut.
“Pelaku masih lidik dan kita terus berusaha untuk memburu para pelaku,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudyaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng, HM L Putria mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan aksi kriminlitas itu sering menimpa pada wisatawan yang sedang berkunjung berlibur. Untuk mengatasinya, selain membutuhkan peran semua elemen, pihaknya juga sudah meminta pada aparat untuk memberikan tindakan tegas terhadap mereka sebagai efek jera. “ Tindak tegas mereka jika kalau memang keterlaluan,” tutupnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here