Beranda Lombok Utara Parkir Terminal Teluk Nara Masih Mubazir

Parkir Terminal Teluk Nara Masih Mubazir

BERBAGI
Dok/radar mandalika PENGAWASAN: Kadis Hublutkan Lombok Utara saat memantau kondisi terminal Teluk Nara beberapa waktu lalu.

KLU—Sopir angkutan travel yang membawa tamu menuju tiga gili melewati dermaga Teluk Nara, masih enggan memarkir kendaraannya di terminal Teluk Nara. Padahal, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memberikan secara gratis untuk memanfaatkan terminal sebagai tempat parkir, namun tidak membuat kendaraan travel kepincut. Kondisi ini pun jelas membuat keberadaan terminal Teluk Nara yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu terkesan mubazir.
Sementara, untuk mengarahkan sopir angkutan travel dan jenis lainnya yang membawa para wisatawan untuk parkir di terminal Teluk Nara masih sangat sulit dilakukan pemerintah. Salah satu alasan pemerintah tidak bisa tegas karena regulasi atau payung hukum yang tidak ada. “Kita mau paksakan parkir di terminal Teluk Nara dasarnya apa, kita belum punya payung hokum. Paling tidak peraturan daerah,” kata Kadis Perhubungan Kelautan dan Perikanan Lombok Utara, Agus Tisno belum lama ini.
Menurut Agus, sulitnya sopir angkutan travel dan jenis lainnya parkir di terminal Teluk Nara karena mereka lebih nyaman parkir di luar. Dimana lahan parkirnya yang disiapkan seorang warga. Kabarnya, lahan parkir yang disiapkan warga itu juga diberikan gratis.
Padahal sesungguhnya, tempat dibangunnya terminal Teluk Nara saat ini merupakan lahan yang dulunya dipakai angkutan travel untuk memarkir kendaraan sambil menunggu penumpang. Justru ketika dibangunkan fasilitas terminal oleh pemerintah, malah tidak mau dinikmati oleh sebagian besar dari angkutan travel tersebut. “Saat ini sebagian ada yang memarkir kendaraannya di terminal, apalagi kalau nginap ada yang memanfaatkan terminal sebagai tempat menaruh kendaraan. Tapi ya diakui, masih lebih banyak yang parkir di luar,” ungkapnya.
Meski begitu, Agus optimistis kedepan terminal bisa dimaksimalkan fungsinya. Lebih-lebih saat ini akan ada regulasi yang mengatur pemanfaatan terminal, yakni berupa rancangan peraturan daerah (Raperda) milik pemerintah provinsi yang saat ini sedang digodok. Jika Raperda itu sudah disahkan, bisa menjadi payung hukum pemanfaatan terminal Teluk Nara.
“Fasilitas sarana dit erminal juga kita terus benahi sesuai rencana. Saat ini di terminal sudah ada pasar sentra kerajinan juga,” terangnya.
Akibat sepinya terminal, berpengaruh ke pasar sentra kerajinan yang minim pengunjung. Lantaran wisatawan atau pengunjung sebagian tidak turun dari terminal, sehingga wisatawan tidak kesempatan melirik pasar. Namun langsung menuju dermaga untuk menuju tiga gili.(cr-dhe/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here