Beranda Headline Bangunan Tua Terbengkalai Menambah Kekumuhan

Bangunan Tua Terbengkalai Menambah Kekumuhan

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA PERLU DITATA: Tampak bangunan tua di Kota Tua Ampenan telah dicat agar terlihat lebih cantik, sekaligus menghilangkan kesan kumuh.

MATARAM—Sejumlah bangunan tua tak terurus, membuat wajah Kota Mataram tak cantik. Sebut saja, bangunan bekas gedung bioskop Irama, dan bekas gedung Bank Aken di Cakranegara. “Kurang elok juga, dan berpotensi jadi tempat bersembunyi lakon-lakon yang tidak diinginkan,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, L Martawang.
Apalagi, bangunan tersebut sudah tidak ditempati. Bahkan, tidak diurus sehingga kesannya seperti menjadi tempat shooting film horor. Sayangnya, karena bangunan itu milik individu sehingga pemkot memiliki keterbatasan untuk masuk sekadar melakukan pemeliharaan.
Atas kondisi itu, setelah berdiskusi dengan kalangan DPRD diputuskan membuat rancangan peraturan daerah (Perda) yang memungkinkan pemerintah masuk menata. Tentunya dalam konteks penataan atau bisa lebih dari itu. “Apakah pemda bisa memanfaatkan dalam jangka waktu tertentu, justru bagus,” imbuhnya.
Tanpa berharap terlalu muluk, menurut Martawang, setidaknya pemilik bangunan membolehkan pemda menata agar tidak dalam kondisi berantakan. Sebab, pemkot tidak ingin ada lahan-lahan atau bangunan yang tidak termanfaatkan dengan baik. “Bisa menambah kekumuhan, atau dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk hal-hal tidak produktif. Mempengaruhi wajah cantik kota juga,” tandas mantan kepala Bappeda Kota Mataram ini.
Hanya saja, keinginan itu tentu harus ada payung hukumnya. Untuk itu, perlu dibuatkan Perda agar pemkot bisa masuk ke ranah milik individu itu. Martawang mencontohkan, bangunan tua yang ada di Ampenan. Ternyata, pemilikinya berada di Singapura. Namun, bangunan yang ada di Ampenan tidak boleh dijual. “Tapi pemiliknya ini pulang kampungnya setahun sekali,” ungkapnya seraya mengatakan, jika pemda tidak dalam kapasitas ingin memiliki bangunan itu. Tapi hanya menatanya agar lebih baik. “Butuh aturan agar pemilik tidak terkesan mensia-siakan bangunan atau lahan itu,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here