Beranda Mataram KNPI NTB Ajak Pemuda Jadi Pemilih Cerdas

KNPI NTB Ajak Pemuda Jadi Pemilih Cerdas

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA DEKLARASI: Ketua DPD KNPI NTB, Hamdan Kasim (tengah), Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid (kiri) saat acara Deklarasi Gerakan Pemilih Cerdas, Pemilih Cerdas, Pilkada Berkualitas di Mataram, kemarin.

MATARAM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB, menggelar Deklarasi Cegah Pemilih Golput pada Pilkada Gubernur NTB periode 2018-2023. Kegiatan organisasi pemuda itu bertema “Gerakan Pemilih Cerdas, Pemilih Cerdas, Pilkada Berkualitas”.
Menurut Ketua DPD KNPI NTB, Hamdan Kasim, kegiatan tersebut salah satu langkah mengajak masyarakat dan pemilih pemula beserta pemuda khususnya, supaya memilih calon pemimpin dengan cerdas, sesuai visi-misi. Ia berharap agar para pemilih pemula dan pemuda tidak terjebak dalam memilih calon karena ada iming-iming atau mengambil langkah golput.
Lebih lanjut disampaikan Hamdan, langkah golput kurang baik untuk pembangunan. Karena, siapa lagi yang akan membangun daerah kalau bukan diri sendiri. Ketika sudah mampu memilih calon pemimpin yang memiliki integritas, maka daerah akan ditata dengan baik.
Dia menyampaikan, dari 3,5 juta jiwa pemilih di NTB seperempatnya merupakan pemilih pemula dan pemuda. Sehingga peran mereka dalam menentukan calon kepala daerah guna keberlanjutan pembangunan daerah NTB.
Untuk mencegah terjadinya banyak masyarakat golput, KNPI membuat empat titik lokasi untuk terus sosialisasi pemilih cerdas kepada masyarakat pentingnya menggunakan hak pilih. Yakni di Lombok Timur, Bima, Kota Mataram dan Lombok Tengah. “Kita tentukan lokasi itu atas dasar pertimbangan. Misal di Lotim, jumlah pilihnya terbesar dan seterusnya,” kata dia dalam sambutannya.
Ditambahkan, ada duta pemilih cerdas yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah, masyarakat dan tempat titik berkumpul masyarakat. Duta itu akan bersosialisasi agar jangan sampai tidak memilih calon pemimpin daerah.
Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid menegaskan, kualitas pemilih adalah mampu memunculkan pemimpin hebat, dan pemilik cerdas bukan karena uang apalagi janji. Yang dibaca adalah seperti apa rencana pembangunan oleh calon tersebut. Khusus bagi Pemuda, perannya sangat menentukan perjalanan daerah. Memilih adalah salah satu bentuk kontribusi nyata ikut serta membangun daerah, sehingga pemilih pemula dan pemuda harus bisa memilih pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan daerah itu sendiri.
Bawaslu memberi apresiasi atas apa yang dilakukan KNPI, dengan sama-sama memberikan penyadaran betapa pentingnya memilih dan tidak golput. Khuwailid sempat menyindir KPU, yang seharusnya lebih intensif melakukan sosialisasi atau gerakan yang mengarah kepada edukasi pemilih. Sebab, hal itu menjadi tantangan berat KPU menjadikan masyarakat NTB menjadi pemilih yang cerdas. Seperti tema yang diusung mengarah kepada Pilkada berkualitas.
Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTB, Hj Husnanindiyati Nurdin mengaku, inisiatif deklarasi pemilih cerdas pilkada berkualitas muncul karena pemuda merupakan pengganti masa depan sebagai generasi penerus. Sehingga, harus berpfikir membangun daerah. Mengajak masyarakat supaya jangan sampai tidak memilih calon kepala daerah pada tanggal 27 Juni mendatang. “Pemuda persiapkan diri, terlebih banyak yang mengambil keputusan jadi wakil rakyat (DPRD). Sebelum itu, berikan contoh dan pemahaman yang baik kepada masyarakat,” pesannya.(cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here