Beranda Wisata Kesibukan Lain Jelang Ramadan di Lotim

Kesibukan Lain Jelang Ramadan di Lotim

BERBAGI
OTAK KOKO

Bersih Puasa, Warga Serbu Sejumlah Objek Wisata

Bulan Ramadan memang bulan penuh berkah. Para pedagang disejumlah objek wisata mengaku mendapat keuntungan lebih, setiap jelang ramadan tiba.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

SETIAP bulan ramadan tiba, masyarakat selalu mempersiapkan diri dengan matang. Persiapan itu, tidak saja berupa kebutuhan pokok. Akan tetapi persiapan paling pokok adalah, fisik dan mental. Bagaimana pun, bulan Ramadan adalah bulan yang paling dinanti-nanti umat islam diseluruh dunia.
Biasanya, pada bulan Ramadan masyarakat atau kalangan pemuda khususnya, menghabiskan waktu ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba. Tempat ngabuburit yang biasa menjadi sasaran adalah pantai, pinggir jalan yang memiliki pemandangan indah, tak terkecuali Dam Pandanduri menjadi sasaran yang tak pernah terlupakan.
Bukan saja masyarakat Lombok Timur, akan tetapi sudah menjadi tradisi bagi masyarakat daerah lain. Setiap jelang ramadan, hampir semua objek wisata menjadi ramai pengunjung. Satu contoh, pantai Labuhan Haji, Dam Pandanduri, otak Kokok Joben Kecamatan Montong Gading Lotim.
Objek wisata menjadi ramai pengunjung jelang Ramadan, karena adanya istilah masyarakat yang beberapa tahun terakhir muncul yakni dengan sebutan “bersih puasa”. Entah darimana dan siapa yang memunculkan istilah bersih puasa ini. Karena memang, istilah itu cukup melekat pada masyarakat. Yang jelas, istilah bersih puasa itu, seakan-akan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat setiap jelang Ramadan.
Seperti terlihat di objek wisata Otak Kokok Joben Kecamatan Montong Gading. Objek wisata itu, setiap jelang Ramadan, selalu ramai pengunjung. Kemarin saja, tampak pemandangan di lokasi wisata Joben ini, cukup ramai. Yang datang ke Joben ini, bukan saja berasal dari Lotim, akan tetapi juga dari daerah lain seperti Lombok Tengah.
Ramainya objek wisata Joben jelang Ramadan, tentu memberikan keuntungan besar bagi para pedagang. Beberapa hari terakhir, para pedagang setempat mengaku merasa keuntungan dua kali lipat dari hari biasanya,. Bukan saja pedagang nasi siap saji, tetapi juga pedagang gorengan, sate bulayak, pedagang kopi, buah-buahan dan sebagainya. Baginya, jelang ramadan ini membawa berkah bagi usahanya.
“Alhamdulillah, setiap jelang ramadan bisa mendapat keuntungan lebih dari hari biasanya. Karena jelang ramadan itu selalu ramai pengunjung. Dalam sehari saja, dagangan selalu habis dan bisa mendapat keuntungan hingga Rp 200 ribu. Ada kita pakai tambah modal, dan bekal selama puasa,” kata Inaq Adi salah satu pedagang gorengan di objek wisata Joben ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here