Beranda Ekonomi Tepis Pertumbuhan Ekonomi NTB Buruk

Tepis Pertumbuhan Ekonomi NTB Buruk

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM – Rilis disampaikan ke publik Badan Pusat Statistik (BPS) NTB soal pertumbuhan ekonomi NTB pada posisi paling buncit se-Indonesia ( buruk, Red) untuk triwulan I tahun. Membuat orang nomor satu di NTB buka suara.

Gubernur NTB, M Zainul Majdi menepis kondisi ekonomi di NTB buruk, bahkan ia mengklaim baik. Hal tersebut menjadi fakta yang tidak bisa dipungkiri di NTB saat ini.
Menurut gubernur kalau pertumbuhan ekonomi dari tambang memang negatif, akan tetapi, selama ini Pemprov NTB melihat tidak pernah menghitung tambang. Bicara tambang, lanjut gubernur jelas berdasarkan kebijakan perusahaan itu sendiri dan tidak bisa dijadikan patokan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bagi saya pertumbuhan ekonomi kita bagus, positif dan kita tidak masukkan tambang,” kata gubernur di Mataram, kemarin.

Menurut gubernur kinerja atau program pemerintah daerah yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak bisa diukur dan bergantung dari kondisi kinerja perusahaan. Sebab hal itu tentu tidak akan bisa relevan sama sekali.

“Masak kinerja kita mau diukur tergantung kinerja perusahaan, tidak relevan bagi saya,” ujarnya.

Gubernur mengatakan jika dilihat diluar tambang justru diangka 4,3 persen dan tentu Pemporv berharap agar bisa meningkat pada triwulan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Ridwansyah mengatakan yang harus dipahami bahwa terdapat dua cara menghitung pertumbuhan ekonomi oleh BPS yaitu pertumbuhan ekonomi dengan tambang dan non tambang.

Pemprov, kata dia selama ini memakai perhitungan yang non tambang. Menurut Ridwansyah pertumbuhan ekonomi dengan tambang sangat dinamis, tergantung pada eskalasi kegiatan ekonomi di PT AMNT. Periode yang lalu, lanjutnya dengan tambang, ekonomi NTB tumbuh hanya 0.11 persen sementara non tambang tumbuh 7,10 persen.

“Beberapa tahun lalu malah dengan tambang kita pernah tumbuh diatas 20 persen,” ujarnya

Lebih lanjut disampaikannya bahwa jika dilihat dari gambar 2 dikeluarkan oleh BPS pertumbuhan Y on Y PDRB dengan dan tanpa tambang biji logam Provinsi NTB. Dimana, pada grafik tersebut terdapat garis warna merah (dengan tambang, red), sangat fluktuatif. Sebaliknya grafik warna biru (non tambang), justru lebih stabil dan ekonomi NTB tumbuh cukup bagus selama tiga tahun terakhir diatas data nasional. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here