Beranda Ekonomi Bripka Eko Dwi Purwanto, Anggota Polsek Pratim Kini jadi Bos Cilok

    Bripka Eko Dwi Purwanto, Anggota Polsek Pratim Kini jadi Bos Cilok

    BERBAGI
    ITS/RADAR MANDALIKA POLISI HEBAT: Bripka Eko Dwi Purwanto saat hendak memasukan cilok ke dalam rombong, belum lama ini.

    Berhasil Pekerjakan 12 Orang, Buka Usaha Sejak 2008

    Bripka Eko Dwi Purwanto merupakan anggota Polres Lombok Tengah (Loteng) yang sekarang bertugas di SPKT Polsek Praya Timur. Di tengah kesibukan menjadi polisi, dia kini sedang membuka usaha baru yakni, usaha cilok (pentol, Red). Usaha ini dibukanya tujuan utama untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Seperti apa?
    JAYADI-LOTENG

    NAMA Bripka Eko Dwi Purwanto kini mekin tenar. Tidak hanya dikenal oleh sesama polisi, namun warga sekitar makin banyak yang mengetahuinya. Itu bisa terjadi setelah ia membuka usaha cilok.
    Pria ini membuka usaha cilok di tempat tinggalnya di Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah. Usaha ini ia buka selain untuk lapangan pekerjaan warga sekitar, juga untuk menambah penghasilan tentunya. Berkat kerja kerasnya selama ini, sekarang anggota Polres ini menjadi salah satu contoh bagi anggota lainnya di Polres. Sebab, sebelum sukes seperti sekarang, dia harus memutar otak guna mengembangkan usahanya, bahkan sampai-sampai terjun ikut membuat cilok dengan resep sendiri. Hebatnya, polisi yang satu ini tidak mudah putus asa selama membuka usaha barunya.
    Usaha yang mulai digelutinya sejak tahun 2008 lalu, bisnisnya kini terus berkembang. Padahal, dia mulai memasarkanya ciloknya ke sekitar rumahnya. Namun setelah diminati banyak warga, dia mulai mencoba memasarkan ke toko dan warung di sekitar tempat tinggalnya. Terutama pedagang yang berjualan bakaso juga.
    Tapi untuk mulai usaha barunya ini, tentu tidak mudah. Dia banyak melalui kendala. Terutama dari modalnya untuk membeli bahan baku cilok. Seperti daging dan bumbunya. Sehingga, untuk memajukkan usaha pentolnya dia tekut bersama istri tercintanya. Bahkan, dia sempat meminjam modal di salah satu perbankan untuk mengembangkan usahanya tersebut.
    Untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Cilok yang dibuatnya ini, tidak mengandung bahan pengawet dan tempat penyimpanan yang besar. “Kalau kendala di pemasaran memang pernah, tetapi saya terus mencoba melakukan pemasaran selama dua tahun,” ceritanya.
    Hasilnya cukup mengejutkan. Setelah melakukan evaluasi pengeluaran dan kemasukan, kini dia mencoba mengembangkan bisnis dagangnya dengan menambahkan varian rasa yang digemari oleh pangsa pasar.
    Selain itu, dengan pernjuangan dia bisa merekrut sekitar 12 karyawan untuk berjualan. Kendati bisnis sampingan ini terus adanya peningkatan, namun hal ini sama sekali tidak mengganggu tugasnya sebagai aparat.
    “Kalau saya pulang bertugas saya membantu untuk membuat cilok,” ungkapnya.
    Setelah usahanya berkembang seperti sekarang, iapun tidak merasa lebih dari anggota yang lain. Namun yang paling membuatnya bangga adalah dengan usahanya tersebut, dirinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Untuk penghasilan dari bisnis ini, dia mengaku tidak terlalu besar dari usahan lain hasilnya. Hanya pihaknya bersukur karena bisa menghidupi keluarganya dan orang lain. (*/r1)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here