Beranda Lombok Barat Sebagaian Besar dari Kantong Pribadi

Sebagaian Besar dari Kantong Pribadi

BERBAGI
ILUSTRASI

LOBAR—Hampir sebagian besar pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lobar mengunakan dana kampenye yang berasal dari kantong pribadinya sendiri. Seperti yang diakui calon Bupati Lobar, HM Izzul Islam.
Ia mengatakan bahwa sebagian besar dana kampanye timnya berasal dari dana pribadi. Bahkan Paslon nomor urut 1 ini, mengaku hingga menjual sebagian aset tanah miliknya.
“Pemasukan dana kampenye kita dari penghasilan perusahan,” ungkapnya.
Terkait dengan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK), menurut Ketua DPW Perindo NTB ini, pihaknya akan melaporkan pengunaannya sesuai dengan wujudnya. Sehingga ia meyakini tidak akan menerima sanksi administrasi saat penyerahan LPPDK itu nantinya.
“Pemakaiannya pun sesuai berapa yang masuk dan keluar,” tandasnya.
Hampir sama dengan Paslon Zul-Khair. Sumber dana kampanye Paslon nomor urut 2, F-One pun sebagian besar berasal dari dana pribadi kedua Paslon. Hal ini diakui oleh bendahara Paslon F-One, Yeni yang menyampaikan bahwa sumber dana kampanye paling besar berasal dari dana pribadi Nauvar F Farinduan dan TGH Muammar Arafat.
“Memang ada juga sumbangan dari keluarga dan kerabat terdekat. Tapi gak besar,” ungkapnya.
Pentingnya menyiapakan laporan LPPDK, pun sangat disadari. Sehingga pihaknya sudah menyiapkan hal itu untuk nantinya diserahkan kepada KPU sebelum akhir masa kampenye.
“Kita juga pake tenaga akuntan biar tidak memuat kesalahan dalam melakukan penghitungan keluar masuknya dana kampanye,” pungkasnya.
Sementara itu Asisten LO Paslon Zaitun, H Munawar mengakui jika sumbangan dana kampenye yang dilaporkan dalam LPSDK sebersar Rp 100 juta itu berasal dari kedua paslon itu sendiri.
Dimana H Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun sama-sama menyumbang Rp 50 juta.
“Ya memang sama-sama segitu,” ujarnya.
Disinggung kenapa LPSDK pasangan Zaitun paling kecil, Munawar mengatakan hal itu memang sesuai yang ada. Kata dia, Zaitun tidak ingin sembarangan memasukkan sumber sumbangan untuk dana kampenye dan lebih memilih memaksimalkan dana yang ada.
“Kami memaksimalkan itu dulu. Misal APK dari non KPU, kita memanage betul-betul anggarannya. Tidak sembarangan diberikan,” pungkasnya. (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here