Beranda Praya Metro Awas! Money Politik

Awas! Money Politik

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA AKBP Kholilur Rochman

PRAYA – Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman mengimbau kepada warga untuk waspada Money politik. Demikian juga mewaspadai beredarnya isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersikap bijak terhadap setiap informasi yang menyudutkan salah satu kandidat dalam pilkada,” imbau kapolres, kemarin.
Kapolres mengatakan, perkembangan teknologi informasi sekarang ini kerap disalah gunakan untuk mengedarkan pemberitaan termasuk berita bohong atau hoax. Hal ini juga diprediksi bakal dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjatuhkan salah satu Paslon.
“Makanya masyarakat harus cerdas menyerap informasi,” katanya.
Kapolres menyampaikan, jika ditemukan penyebar informasi bohong, akan dijerat dengan UU ITE yang ancaman hukumannya di atas enam tahun penjara. Namun bila pelakunya merupakan lawan politik, sudah jelas aturan dengan menerapkan UU Pilkada yang berlaku. “Aturannya sudah jelas untuk sanksi apa yang akan diberikan,” bebernya.
Kapolres mengaku, selain isu SARA, kerawanan politik yang kerap terjadi yakni praktik politik uang atau money politik jelang hari pencoblosan. Untuk persoalan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwaslu untuk penanganannya. “Kami juga telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan konflik,” ungkap kapolres.
Untuk keamanan sendiri, pihaknya akan mempertebal pengamanan dengan menempatkan personel lebih banyak di daerah-daerah rawan konflik. Diharapkan dengan dikerahkan ratusan personel bisa mencegah kerawanan konflik politik.
“Intinya, kami hanya ingin Pilkada ini damai,” tegas kapolres.

Sementara itu, Ketua Panwas Kabupaten Loteng, Abdul Hanan menerangkan, pihaknya meminta dalam setiap penyelenggaraan pilkada, para ASN juga harus netral karena sudah diatur dalam undang-undang ASN. Pihaknya mengaku sudah mengimbau ASN untuk selalu menjaga netralitas. Ia berharap pemkab juga bisa mendukung pilkada ini dengan ikut memfasilitasi lembaga pengawasan berupa Panwaslu tentu tanpa harus berpretensi mendukung calon tertentu.
“Saya akan tetap mengawas maksimal terhadap netralitas PNS,” katanya belum lama ini. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here