Beranda Lombok Utara IPAL Komunal Trawangan Mulai Dibangun

IPAL Komunal Trawangan Mulai Dibangun

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA DITATA: Gili Trawangan tahun ini akan memiliki IPAL komunal yang dibangun pemerintah pusat untuk menampung limbah cair hotel dan restoran.

KLU—Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai menyikapi permasalahan limbah cair hotel dan restoran di Gili Trawangan. Salah satunya dengan menyiapkan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) komunal yang mulai dibangun tahun ini.
“Kita siapkan 60 are lahan milik Pemkab di Gili Trawangan. 40 are untuk pengolahan sampah dan 20 are untuk lahan pengolahan limbah cair,” ungkap Kabid Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, Subhan, kemarin.
Dijelaskan, lahan seluas 60 are itu merupakan milik Owner Villa Ombak, Zaenal Toyib yang siap dijual kepada Pemkab. Nantinya akan digunakan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan lokasi pengelolaan limbah atau IPAL komunal. Sehingga demikian diharapkan nantinya permasalahan sampah maupun limbah tidak lagi menggangu kenyamanan warga dan wisatawan yang datang ke pulau ikon Lombok Utara itu.
“Sejauh ini sampah berserakan dan limbah cair masih belum terkelola terpusat untuk pembuangan dan pengolahannya,” ujarnya.
Terkait anggaran pembangunan IPAL itu, Subhan mengatakan pemerintah pusat sudah menggangarkan dari APBN sekitar Rp 40 miliar. Dimana untuk pengerjaanya sedang berlangsung hingga hari ini dan ditangani oleh Satker setempat.
“Nanti dengan IPAL yang dibangun itu, mengolah limbah cair dari hotel dan restoran, secara kolektif menjadi cairan yang bermanfaat,” jelasnya.
Untuk pembangunan sendiri lanjut Subhan, langsung prosesnya ditangani pusat dari proses lelang hingga desain dari bangunannya serta alat pengolahan di dalamnya semua dianggarkan pusat. Dengan proses pembangunan yang sedang berjalan, bangunan tersebut ditargetkan rampung pada November 2018 mendatang.
Namun demikian, IPAL komunal yang dibangun tahun ini tidak bisa menampung secara kolektif seluruh hotel dan restoran yang ada di Gili Trawangan. Namun untuk tahap pertama pembangunan IPAL ini akan menampung sebanyak 127 hotel dan restoran yang saat ini masuk dalam zona 1 pada kawasan wisata tersebut. Dimana zona 1 ini merupakan hotel dan restoran yang geografisnya sangat berdekatan.
“Di Trawangan kita bagi menjadi enam zona. Nah khusus zona 2 dan 3 merupakan zona terpadat bangunannya selain zona 1. Sementara zona 4-6 masih longgar, tapi kita upayakan semua zona yang belum memiliki IPAL bisa ditampung untuk pembuangan nanti,” tandasnya.
Ke depan dengan pembangunan IPAL yang mulai dibangun ini sedikit tidak bisa mengurangi adanya pembuangan limbah secara langsung ke laut. Sebab hal itu jelas akan mengganggu kemurnian dan kebersihan air laut. IPAL yang dibangun pemerintah saat ini sendiri bisa menjadi sumber PAD ke depan. Namun untuk tahun pertama semua hotel dan restoran digratiskan fasilitas IPAL.
“Untuk pipa penyaluran limbah dari hotel dan restoran kan disiapkan pemerintah, nantinya kita buatkan meter setiap hotel dan restoran sehingga nanti bisa ditarik retribusinya,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here