Beranda Headline Dewan Desak Disnaker Pulangkan CTKW

Dewan Desak Disnaker Pulangkan CTKW

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Abdul Hadi

MATARAM – Desakan pemulangan kepada puluhan calon tenaga kerja wanita (CTKW) yang kini berada di penampungan Malang, Jawa Timur bertambah. Tidak main-main, pimpinan DPRD NTB pun minta CTKW harus dipulangkan segera.
Tidak hanya soal pemulangan saja, dewan juga menyentil keras para oknum PJTIK yang tidak becus dan tidak bertanggung jawab atas semua ini. Akibatnya, pemerintah minta dilakukan evaluasi.
“Saya sepakat Disnaker harus segera pulangkan mereka,” pinta Wakil Ketua DPRD NTB, Abdul Hadi di Mataram, kemarin.
kata Hadi, atas kejadian tersebut pemerintah dalam halini Disnaker harus mengabil sikap yang lebih tegas kepada pihak pengirim CTKW. Kondisi mereka yang tidak jelas di penampungan, sangat riskan sehingga dalam hal ini pemerintah harus bisa segera mencarikan soslusinya.
Ketua DPW PKS NTB itu meminta pemerintah agar bisa mengevaluasi PJTKI yang memberangkatkan mereka. Jika kiranya merugikan warga NTB, agar bisa ditegur bahkan sebisanya dikasih finalti hingga pencabutan izin perusahaan mereka.
“Peran pemerintah melindungi. Hal itu tertuang dalam Perda perlindungan tenaga kerja bagi yang melanggar ada konsekuensi saksi yang harus mereka terima,” tegasnya.
Hadi merasa keberatan ketika para CTKW itu mau pulang namun oleh perusahaan meminta ganti rugi biaya selama di penampungan. Perusahaan tersebut harus dituntut karena memberikan orang yang tinggal dipenampungan berlarut larut sehingga mereka tidak sedikit mengelurkan biaya selama dipenampungan.
“Jangan hanya mau enak saja mereka minta ganti rugi. Perusahan seharusnya ganti rugi biaya para CTKW selama tinggal di sana,” katanya geram.
Hadi menyempaikan, PJTKIS seperti ini tidak becus dan juga tidak jelas. Untuk itu, kembali dirinya meminta agar pemerintah harus sikapi dengan tegas. “Saya setuju mereka segera dipulangkan,” katanya lagi.
Atas kejadiadn ini, Hadi juga mengingatkan agar masyarakat tidak ketipu dengan janji manis para calo. Menurutnya, ketika warga mau bekerja ke luar negeri harus banyak bertanya kepada instasi terkait. Sehingga jangan sampai hanya sebatas ingin bekerja keluar negeri namun tanpa jelas siapa yang memberangkatkan.(cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here