Beranda Politik Difitnah, Tim Advokasi Zaitun Pasang Badan

Difitnah, Tim Advokasi Zaitun Pasang Badan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA KLARIFIKASI: Tim Advokasi Zaitun menujukkan bukti print out statemen oknum EI yang diduga mencemarkan nama baik H Fauzan Khaid di salah satu media, di Posko Kemenangan Zaitun, kemarin.

LOBAR—Tim Advokasi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid-Hj Sumaitun (Zaitun) angkat bicara, terkait tudingan yang menyerang paslon nomor urut 3 ini.
Hal ini menyusul statemen oknum yang mengatasnamakan Lembaga Pemantauan Kebijakan Publik (LPKP), menuding adanya penggelembungan dana APBD yang diduga dipergunakan petahana untuk dana Pilkada.
“Itu tidak benar dan itu merupakan fitnah untuk menghancurkan popularitas dan ektabilitas dari Zaitun,” tegas salah satu Kuasa Hukum Zaitun, Sagrul Mustofa saat memberikan klarifikasi, kemarin.
Menurutnya, akibat tudingan tersebut membuat kondusifitas keamanan di Lobar mulai terganggu. Di samping sejumlah program yang diperuntukan untuk masyarakat Lobar tertahan lantaran dana hibah yang masuk ke APBD tidak bisa dieksekusi.
“Isu itu tidak benar, penetapan APBD 2018 telah sesuai Permendagri Nomor 22 Tahun 2017 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2018,” klarifikasinya.
Tak sampai di situ, pihaknya menuding oknum itu iri, lantaran sejumlah prestasi yang dicapai semasa pemimpinan H Fauzan Khalid ketika menjadi Bupati. Termasuk saat Lobar mendapat predikat WTP dari BPK RI.
“Kedudukan H Fauzan saat ini cuti, dan telah ditunjuk Pjs Bupati. Jadi tidak ada otoritas atau kewenagan H Fauzan Khalid untuk mengarahkan dan merealisasikan APBD,” sambungnya.
Atas segala tudingan, fitnah dan kebohongan itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum berinisial EI dan oknum lainnya ke Polda NTB. Pihaknya akan menjerat oknum tersebut dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Kita akan laporkan besok Jumat (hari ini, Red) ke Polda karena sudah melakukan pencemaran nama baik,” tegasnya.
Ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak oknum yg menyebar kebohongan itu. Selain itu masyarakat diimbau untuk tidak terlalu percaya dengan isu kebohongan itu.
“Dan kepada pendukung Zaitun untuk sabar dan tidak terprofokasi,” ajaknya.
Hal senada pun disampaikan Kuasa Hukum Zaitun lainnya, DA Malik yang menilai tudingan tersebut tidak benar dan fitnah. Sebab tidak ada kaitannya sekarang Fauzan dengan pemerintahan, lantaran kini sedang masuk masa cuti dan tidak dapat mengakses secara untuk memberikan kebijakan.
Di samping ia menilai, dari sejak Fauzan menjabat sebagai ketua KPU NTB hingga menjadi bupati saat ini, dianggap bersih dalam menjelankan sistem pemerintahan.
“Nah artinya tudingan itu menjadi poin kita melaporakan EI ini, karena Fauzan dituduh korupsi dan menggunakan dana itu kampanye Pilkada. Pak Fauzan secara pribadi merasa bahwa sudah dicemarkan nama baiknya,” pungkasnya.
Demi memperkuat pelaporan oknum tersebut kepada pihak kepolisian, pihak Tim Advokasi Zaitun sudah mengumpulkan sejumlah bukti. Salah satunya print out bukti statmen oknum tersebut di salah satu media.
Sementara itu, Asisten III Setda Lobar, H Faturrahim menerangkan terkait dana transfer yang masuk dalam APBD tersebut, jelas sumber dan peruntukannya. Selain itu pihaknya memiliki petunjuk yang jelas untuk mengeksekusi sebagain dana transfer dari pusat dan hibah prime Australia itu.
“Sehingga kita sepakat dengan DPR bahwa dana transfer yang jelas itu di eksekusi, yang tidak ditransfer itu yang tidak dieksekusi,” jelasnya.
Menurutnya pihaknya harus mengeksekusi dana hibah bantuan dari Prime Australia tersebut. Sebab hal ini menyangkut kepercayaan dari lembaga besar tersebut kepada Pemkab Lobar.
“Kita sudah dijadikan pilot project, tahun ini juga harus lebih bagus,” pungkasnya. (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here