Beranda Praya Metro Olah Sampah Jadi PADes

Olah Sampah Jadi PADes

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA DIJEMUR: Seorang karyawan KSM Barokah Desa Aik Darek sedang menjemur hasil penggilingan sampah plastik, kemarin.

BATUKLIANG—Besarnya produksi sampah di desanya, nampaknya tidak membuat Pemdes Aik Darek, Kecamatan Batukliang tidak kehilangan akal. Justru dengan banyaknya sampah, dapat dijadikan menjadi PADes.
Kades Aik Darek, H Hasan mengungkapkan, pengolahan sampah yang diprogramkan BUMDes, baru berjalan sekitar enam bulan yakni mengambil tempat pengolahan sampah di Dusun Kembang Kerang II. Tempat dan mesin pengolahannya itu merupakan bantuan dari Kementerian PU yang dihajatkan untuk masyarakat. Namun, untuk memaksimalkan pemanfaatannya maka diserahkan penggunaannya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menjadi salah satu unit usaha yang dijalankan selain unit usaha penjualan kebutuhan rumah tangga. Untuk mendukung itu, Pemdes pun tahun lalu menggelontorkan dana sebesar Rp 40 juta sebagai modal awal pembelian sampah. Sedangkan pada tahun ini, kembali digelontorkan Rp 110 juta melalui Dana Desa (DD).
“Tapi untuk saat ini yang kita olah hanya sampah non organik,” ujar Kades dua priode ini.
Sedangkan untuk sampah organik, dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) desa di Dusun Kembang Kerang I. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan diupayakan untuk diolah menjadi pupuk organik karena dari peralatan pengolahan sudah ada. Hanya saja, untuk Pemdes masih terfokus pada pengolahan sampah non organik. Lebih jauh dikatakan, inovasi penanganan sampah desa ini telah dipersiapkan sejak tahun lalu dengan membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di masing-masing dusun. Caranya, semua sampah warga diangkut oleh petugas dari desa untuk kemudian dibuang ke TPA setiap hari menggunakan kendaraan roda tiga.
“Untuk sampah non organik warga dibeli sesuai dengan harga plastik secara umum,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Barokah Desa Darek, Abdul Aziz mengaku, setiap hari pabrik pengolahan sampah di bawah naungan BUMDes ini beroperasi melakukan penggilingan sampah. Sementara hasilnya dikirim sekali seminggu ke berbagai daerah seperti Banyuwangi, Surabaya dan Sidoarjo. Bahkan, sejumlah pengepul sampah plastik dari Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur juga menjual sampahnya ke tempatnya.
“Sehari bisa kita hasilkan 8 ton. Dan banyak juga pengepul yang memilih menjual sampah plastiknya ke sini,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here