Beranda Headline Bentuk Tim Pora Hingga Kecamatan

Bentuk Tim Pora Hingga Kecamatan

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA PENGUKUHAN: Kantor Imigrasi kelas 1 Mataram mengukuhkan Tim pengawasan orang asing (Timpora) tingkat kabupaten/kota dan kecamatan di wilayah setempat.

MATARAM-Menghadapi ancaman di bidang keimigrasian yang semakin kompleks, Imigrasi tidak dapat bergerak sendiri. Perlu adanya dukungan serta kerja sama yang melibatkan instansi-intansi terkait lain serta masyarakat, dalam pengawasan keimigrasian. Untuk itu, Kantor Imigrasi kelas 1 Mataram mengukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) tingkat kabupaten/kota dan kecamatan di wilayah setempat.

Kepala Kemenkumham wilayah NTB, Sevial Akmily mengatakan tugas utama Tim Pora adalah melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing, dan kegiatannya di lingkungan masyarakat. Selain itu, Tim Pora juga bertugas melakukan pencegahan terhadap potensi pelanggaran keimigrasian oleh orang asing.

“Setelah pengkuhan ini, mari kita bekerja sama-sama untuk mengawasi orang asing yang masuk wilayah Lombok,” ujarnya, Kamis (29/3) lalu.

Ia menuturkan, Tim Pora terdiri dari Imigrasi Mataram, Polda NTB, Pemda Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur. Tim juga beranggotakan sampai tingkat kecamatan. “Kalau hanya penindakan keimigrasian, buat apa dibentuk tim ini? Buat apa kalau hanya datar saja, tidak ada penindakan hukum,” tegasnya.

Servial menegaskan, Tim Pora dihajatkan membidik pelanggaran ketenagakerjaan, kejahatan transnasional seperti kejahatan pencucian uang, atau cyber. Apalagi beberapa waktu lalu kejahatan money laundry marak di NTB. Proses kejahatan itu berlangsung cukup lama, dengan alat skiming bisa digunakan untuk merekam data pengguna ATM. “Supaya semua itu tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi kelas I Mataram, Dudi Iskandar mengatakan, dengan terbentuknya Tim Pora ini pihaknya bisa memantau para orang asing yang ada di NTB, dan mengimformasikan kegiatan-kegiatannya. “Biar kita bisa pantau lagi para orang asing yang ada di NTB ini, ”ujarnya.

Mengingat banyaknya jumlah orang asing yang masuk ke NTB, khususnya Lombok yang mencapai 3.000 orang hari. Jumlah itu masuk melalui Bali langsung menuju tiga gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU), yakni Gili Trawangan, Air, dan Meno. “Kita juga libatkan Babinkantibmas hingga tingkat pedesaan,” kata dia.

Dengan cara itu, Tim Pora bisa lebih bisa focus memantau orang asing. Adapun jumlah Tim Pora yang dikukuhkan sebanyak 130 orang di empat kabupaten dan 18 kecamatan yang ada di NTB.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi kelas I Mataram, warga asing yang ada saat ini mencapai kurang lebih 500 orang. Sedangkan data yang tidak bergerak atau statis sekitar 3000 orang, pemegang kitas 2000an orang, dan pemegang kitab 500an orang. Kemudian sisanya pemegang izin kunjungan yang diperpanjang. Untuk perpanjangan izin saja diperkirakan sampai 8000 orang. Sedagkan izin kerja data tidak sampai 500 orang. “Sejak beberapa tahun terakhir Kantor Imigrasi di NTB beberapa kali mendeportasi orang asing yang melanggar dan jumlahnya terus meningkat,” pungkasnya.(cr-can/r3)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here