Beranda Politik Pilkada Tahun Ini Berbau Pilpres

Pilkada Tahun Ini Berbau Pilpres

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA GELAR : Personel Satlinmas, Dishub, petugas pemadam kebakaran dan Resque saat mengikuti apel gelar pasukan kesiapsiagaan pengamanan Pilkada serentak, kemarin.

LOTIM – Berbagai tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Juni mendatang, sudah berlangsung. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), mengikuti apel kesiapsiagaan pasukan, persiapan perbantuan pengamanan Pilkada serentak. Dalam apel itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB, menganggap Pilkada kali ini berbau Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Karena 2019 Pilpres akan dihelat serentak dengan Pemilihan Legislatif (Pileg). Malah pemanasan Pilpres juga sudah mulai,” kata Kasat Pol PP Provinsi NTB, Dirjaharta saat memimpin apel kesiapsiagaan Satlinmas di kantor Pol PP, kemarin.
Dirja menekankan agar patut dicermati, bila Pilkada saat ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Jika Pilkada sebelumnya terdapat dua putaran, namun sekarang tetap satu putaran. Artinya, satu putaran ini sangat riskan. Apalagi jika perolehan suara Pasangan Calon (Paslon) ada yang sama, maka akan dilihat sebaran perolehan suara tertinggi di wilayah tersebut, atau di masing-masing daerah untuk Pilgub. Itu yang dinyatakan sebagai pemenang. “Jadi Pilkada saat ini tidak ada putaran kedua. Semua satu putaran,” tegasnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2014 perubahan dari Permendagri 10 Tahun 2009, Satpol PP dan Linmas menjadi garda terdepan dalam turut serta menciptakan Kamtibmas di wilayah masing-masing. Karena itu, Pol PP Provinsi dan Pol PP kabupaten/kota, juga berkewajiban memberikan pembekalan dan mengecek kesiapsiagaan Satlinmas disetiap kabupaten dan kota.
Di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) lanjut Dirja, akan ditempatkan 2 personel Satlinmas sesuai pemetaan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, jumlah personel bisa saja ditempatkan lebih dari dua, bilamana TPS tersebut dianggap rawan, berdasarkan analisis Kepolisian dan KPU. Artinya, jumlah personel yang ditempatkan sesuai situasi dan kondisi yang ada. “Kalau jumlah personel yang ada, sudah cukup untuk pengamanan wilayah masing-masing. Kami di provinsi hanya memonitor saja,” terangnya.
Ia mengungkapkan, peran dan fungsi Linmas saat pelaksanaan pemilihan nanti disamping menjaga dan menjamin keamanan dan ketertiban. Diharapkan juga bisa memastikan masyarakat yang datang ke TPS dan sudah menyalurkan hak pilihnya, pastikan yang sudah menyalurkan hak pilihnya itu mencelup jarinya pada tinta yang sudah disiapkan panitia. Hal itu menghindari dobel, karena ada juga trik pemilih agar bisa menyalurkan hak pilih dua kali, mereka menggunakan lim dlukol pada jarinya. Jadinya, ketika jari yang sudah diolesi lim dlukol, kemudian dicelupkan pada tinta yang sudah disiapkan panitia, dengan mudah dihilangkan lantaran tidak tinta itu tak terserap. “Trik-trik nakal pemilih harus benar-benar dicermati,” tegasnya.
Satpol PP maupun Satlinmas mempunyai tekad sama dalam mensukseskan pesta demokrasi ini. Hal-hal yang bisa memicu ketegangan di tengah masyarakat, harus dihindari. Ketika menjumpai sesuatu yang bisa memicu ketidak harmonisan di masyarakat, menjadi tugas Satpol PP dan Satlinmas, sedapat mungkin memperkecil konflik tersebut. Bilamana memerlukan bantuan, dimintanya segera berkoordinasi dengan aparat keamanan Polri dan TNI. “Semua yang sudah PNS maupun honor daerah, harus tetap netral dalam menjalankan tugas. Ketidak netralan itu harus dihindari, dan gunakan hak suara sesuai keinginan masing-masing,” katanya seraya mengatakan, tugas utama, bagaimana menciptakan Kamtibmas, sehingga Pemilukada berlangsung Jujur dan adil (Jurdil). (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here