Beranda Headline Aduh, Yang Miskin Semakin Miskin

Aduh, Yang Miskin Semakin Miskin

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DISKUSI: Suasana Rapat LKPJ 2017 oleh beberapa SKPD dengan Komisi II DPRD Lobar di ruang sidang DPRD Lobar, kemarin.

DPRD Soroti Kemiskinan di Lobar

LOBAR—Kalangan dewan Lombok Barat (Lobar) kembali menyoroti angka kemiskinan yang ada di Lobar. Hal itu pun dibahas saat rapat pembahasan LKPJ oleh Komisi II dan beberapa SKPD terkait seperti Dinas Sosial (Dins0s), Bappeda, Bapenda, Disperindag, Dinas PU-PR dan BPS, kemarin.
Dalam rapat itu, Komisi II DPRD Lobar pun menemukan adanya data kemiskinan yang stag antara Pemda Lobar dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pasalnya dalam laporan LKPJ 2017, penurunan angka kemiskinan hanya meningkat pada jumlahnya saja, namun kedalaman kemiskinan justru sebaliknya.
“Yang miskin semakin miskin jadinya. Malah jumlahnya bertambah. Ini yang membuat kami heran. Karena banyak kita berikan anggaran di APBD 2017 hampir sekian persen itu untuk kemiskinan,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Lobar, Andi Irawan usai rapat.
Andi pun menilai pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan beberapa SKPD yang terkait dirasa belum siknifikan. Sehingga yang terjadi hanya bantuan yang diberikan tanpa ada pemberian pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara untuk peningkatan pendapatan.
“Saya pikir kalau bantuan yang hanya besifat rastra tidak bisa hanya itu saja. Karena itu hanya habis dimakan, bukan untuk menghasilkan keuntungan yang dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Sebab yang pihaknya inginkan adanya pemberian pelatihan tertentu dari dinas kepada masyarakat untuk menopang perekonomian. Sehingga hasil dari pelatihan itu nantinya dapat dinikmati secara berkelanjutan.
Ia pun mencontohkan seperti kemisinan yang ada di Sekotong. Di mana tingginya angka kemiskinan di sana dikarenakan SDM yang rendah.
“Yang seharusnya ini diambil per kecamatan oleh dinas terkait untuk penuntasan kemiskinan,” sambungnya.
Sementara itu dari data BPS menerangkan bahwa angka kemiskinan di tahun 2016 sebesar 16,73 persen. Jumlah itu menurun di tahun 2017 mencapai 16,46 persen atau turun 0,27 persen.
Namun ternyata penurutnan kemiskinan itu tidak berbanding lurus dengan angka kedalaman kemiskinan. Di mana pada 2016 mencapai sebesar 3,11 persen, meningkat menjadi 3,24 persen pada 2017.
Menurut Kepala BPS Lobar, Anas, salah satu penyebab yang ditemukan oleh pihaknya, dalam dimana dari lima kategori tingkat kemiskinan, terdapat 18 persen masyarakat yang miskin semiskinnya belum menerima bantuan pusat.
“Sedangkan pada kategori paling mampu terdapat 10 persen justru menerma bantuan,” ungkapnya.
Kendati demikian diakuinya terkait data tersebut, pihaknya bersama Bappeda sering melakukan koordinasi. Hanya saja Bappeda sebagai perancang dan bukan pelaksana teknis.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Hj Ni Made Ambarwati saat rapat itu mengaku tetap berkontribusi dalam menuntaskan kemiskinan tersebut dengan berbagai program. Seperti salah satunya bantuan rastra yang setiap bulan diberikan kepada para keluarga penerima manfaat (KPM). (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here