Beranda Lombok Timur Sisi Lain Gebrakan Tim Saber Pungli Lotim Tahun Ini

Sisi Lain Gebrakan Tim Saber Pungli Lotim Tahun Ini

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Kompol Wendi Oktariansyah SIK

Akan Revisi Anggaran dan Perampingan Personel

Tim Saber Pungli, gencar melakukan pencegahan melalui berbagai media. Namun tahun ini, di bawah pimpinan Kompol Wendi Oktariansyah, SIK, justru akan melakukan perampingan personel.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
TAHUN 2016 lalu, tim Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lombok Timur (Lotim) terbentuk. Mereka yang tergabung dalam tim saber Pungli berasal dari Kepolisian, TNI, Inspektorat, Bakesbangpoldagri, Satpol PP, dan beberapa instansi lainnya. Tim Saber Pungli ini, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati.
Sejak tim Saber Pungli terbentuk, pencegahan maupun penindaan sudah dilakukan. Meski anggaran yang diterima masih sangat minim, namun demikian sudah membuahkan hasil. Seperti tertangkapnya Kades Pejaring melakukan Pungli Prona, begitu juga Kades Tete Batu Selatan dengan kasus yang sama dan beberapa pelaku pungli lainnya.
Jumlah personel yang tergabung dalam Tim Saber Pungli ini, tergolong sangat banyak. Rupanya, tidak semua bekerja sesuai tupoksinya. Karena personel banyak tetapi tak semua bekerja, membuat Ketua Tim Saber Pungli, Kompol Wendi Oktariansyah SIK akan mengambil langkah untuk untuk merampingkan personelnya.
Yang diinginkan, lebih baik personel ramping akan tetapi semua bekerja, daripada banyak personel, justru tidak bekerja. Ia tak ingin, justru gemuknya jumlah personel, membuat proses kerja tim saber pungli menjadi tidak efektif, dan dikhawatirkan saling mengandalkan satu sama lain. Jika sudah saling mengandalkan satu sama lain, maka akan menjadi preseden buruk tim Saber Pungli.
Bukan personel saja akan dirampingkan, tetapi juga akan merevisi anggaran. Pasalnya, anggaran diterima Saber Pungli tahun ini hanya Rp 250 juta saja. Itu pun lebih besar operasional atau uang jalan ketimbang pencegahannya. Diinginkan porsi anggaran pencegahan 35 persen atau 40 persen. Baru disusul anggaran penindakan, dan setelah itu anggaran uang jalan dan operasional.
Alasan harus lebih banyak porsi pencegahan, karena melakukan pencegahan lebih baik daripada mengobati. Sebab kalau sudah mengobati, akan banyak memunculkan korban. Pencegahan ini, melibatkan semua komponen yang ada, termasuk Bhabinkamtibmas.
“Kita segera usulkan revisi anggaran, dan pemerintah sudah kita informasikan,” tegasnya seraya mengatakan, lebih baik jumlah personel ramping tapi bekerja, daripada gemuk tapi hanya beberapa orang yang bekerja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here