Beranda Mataram Satpol PP Menantang Dipanggil Komisi I

Satpol PP Menantang Dipanggil Komisi I

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA BUTUH TAMBAHAN: Anggota Satpol PP Kota Mataram saat apel mengikuti HUT Satpol PP Kota Mataram, Senin (26/3) lalu. Pol PP Kota Mataram butuh tambahan personel dan armada.

MATARAM—Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati menantang untuk dipanggil Komisi I DPRD Kota Mataram. Di hadapan dewan, Bayu ingin menyampaikan apa masalah dan kebutuhan yang dihadapi Satpol PP selama ini. “Apa masalah dan kebutuhan Pol PP agar didengar. Bagaimana pola kerja, dan lainnya. Serta kenapa saya banyak mengeluh,” tegas Bayu yang sampai mendatangi Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram dengan harapan segera dipanggil untuk rapat kerja.
Segala keluhan yang disampaikannya ini, bukan asal ngomong. Sebagai mantan Kepala Bidang (Kabid) di Satpol PP Kota Mataram, ia paham betul bagaimana kondisi di satuan yang dipimpinnya. Mulai dari kondisi anggaran, sarana kurang, begitu juga personil. “Dari 2011, kenapa terus disampaikan. Karena belum ada respon, penambahan anggaran, kendaraan, dan personel,” tegasnya.
Penambahan personel yang diinginkannya, bukan dari Pegawai Tidak Tetap (PTT). Melainkan Aparatus Sipil Negara (ASN) sesuai Undang-undnag ASN Nomor 5 Tahun 2010. “Anggota Pol PP harus ASN, bukan dari PTT. Ada penambahan 17 orang tapi PTT,” ungkapnya.
Hanya saja ketika personel ditambah, namun armada tak bertambah, memicu masalah baru. “Walaupun ditambah personel 150 orang tapi mobil gak ada, turunnya pakai apa,” imbuhnya.
Bicara anggaran, mau tak mau Bayu harus merogoh kocek pribadi. Seperti saat investigasi ke lokasi yang diduga melakukan praktek prostitusi terselubung. “Anggaran pribadi dipakai, karena anggaran dari kantor gak ada. Untuk masuk hotel, dan penyamaran harus keluar uang,” bebernya.
Ketika Pol PP diminta bekerja optimal dengan memaksimalkan potensi yang ada, Bayu menegaskan, jika hal itu telah dilakukannya. Ketika kerja Pol PP dinilai angin-anginan, ia terima kritikan itu. “Tapi kita perlu duduk bersama dengan orang yang ngomong itu. Jangan saling berbalas di media,” tandasnya.
Untuk langkah penertiban tetap dilakukan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang sudah diberikan peneguran. “Kalau sudah berkali-kali ditegur gak diindahkan ya ditertibkan,” sambungnya.(rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here