Beranda Headline Perangi Narkoba di Jalur Laut

Perangi Narkoba di Jalur Laut

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERPARKIR: Beberapa KAL milik TNI Angkatan Laut terparkir di pelabuhan peti kemas Lembar, selepas patroli, kemarin.

TNI AL Siapkan Tiga Kapal Dilengkapi Persenjataan

LOBAR—TNI Angkatan Laut (AL) bersama Bea Cukai Mataram mengatensi segala penyelundupan yang mungkin masuk dalam perairan Lombok, khusunya Lobar. Sebab Lobar merupakan pintu masuk Pulau Lombok.
Terlebih lagi pihaknya mengantensi kemungkinan potensi penyelundupan narkoba melalui kapal pesiar jenis Yacht. Sehingga para pihak tersebut tetap rutin melakukan patroli di peraian Lombok khusunya Lembar sebagai langkah pencegahan.
“Karena banyak kapal Yacht yang bisa masuk ke Sekotong dari luar negeri. Sebab hampir semua dermaga di Lombok ini bisa dijangkau oleh kapal itu. Itulah yang kami atensi dengan teman-teman TNI AL, dan polisi serta instansi lain,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, I Wayan Tapamuka selepas simulasi patroli pengamanan laut di pelabuhan barang bersama TNI AL, kemarin.
Wayan menjelaskan, di Lombok sendiri belum ada satu pelabuhan kapal pesiar yang ditunjuk untuk menjadi entry point. Namun pihaknya sudah mengusulkan Pelabuhan Marina di Sekotong Lobar untuk dijadikan sebagai entry point kapal Yacht. Sehingga nantinya memudahkan untuk penawasan yang efektif dan sinergi.
“Tapi syukur selama tahun 2018 belum ada penangkapan terhadap kasus penyeludupan narkoba ini,” ujarnya.
Kendati demikian jika nantinya ada ditemukan perlanggaran tentunya akan ada tindakan tegas. Di samping pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI AL.
Sementara itu Komandan Lanal Matata Kolonel Maritim Djentayu Suprihandoko pun menegaskan bahwa patroli terus dilakukan di perairan pihaknya. Hal ini mengingat maraknya peredaran atau penyelundupan barang yang dilarang melalui jalur laut.
“Patroli rutin sebagai bagian preventif dalam menjaga keamanan perairan di wilayah NTB khususnya Lobar,” ungkapnya.
Menurut dia, pengawasan perairan dan patroli tidak hanya menjadi tanggung jawab pihaknya dengan Bea Cukai. Namun hal ini menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak, termasuk para nelayan.
“Jadi jika nelayan juga menemui hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak yang berwajib untuk segera ditindak lanjuti,” pintanya.
Untuk diketahui, TNI AL menempatkan tiga kapal KAL dengan nama Lembar, Ampenan dan Belongas di Pelabuhan Lembar untuk melakukan patroli rutin. Di mana untuk satu kapalnya terdapat 15 orang anggota yang ditempatkan.
Ketiga kapal itu juga dilengkapi persenjataan selama berpatroli. Mulai dari meriam jenis 20 di haluan KAL di belakang dan dua meriam berjenis 12,7. (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here