Beranda Headline Pembangunan RSIK Diklaim Tinggal Finishing

Pembangunan RSIK Diklaim Tinggal Finishing

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’ / RADAR MANDALIKA FINISHING : Pembangunan RSIK yang diklaim sudah 99 persen dan sedang proses finishing, kemarin.

LOTIM –Progres pembangunan Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) sudah mencapai 99 persen. Sisa kalender kerja sampai 31 Maret mendatang, diyakininya mampu menyelesaikan kekurangan pembangunan RSIK yang menelan biaya sebesar Rp 29,536 miliar lebih ini. Apalagi, saat ini diklaim pihak pelaksana proyek hanya sekadar melakukan finishing saja. “Insya Allah, 31 Maret nanti semua sudah rampung,” ujar pelaksana PT Damai Indah Utama (DIU), Burhanudin Burhan.
Ia mengungkapkan, anggaran pembangunan RSIK itu hanya untuk pembangunan gedung saja. Tidak termasuk anggaran penataan halaman parkir, pagar dan taman. Artinya, Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) melalui yayasan Rumah Sakit Islam Kita, harus merogoh gocek kembali untuk pembuatan halaman parkir, pagar dan taman.
Bahkan sambung Burhan, sampai saat ini belum ada terlihat seperti apa gambar pagar yang akan dibangun. “Ya paling tidak, untuk penataan halaman parkir, taman dan pagar, butuh sekitar Rp 2 miliar. Ya baru bisa 100 persen keseluruhannya, baik gedung sampai pagar dan lahan parkir, butuh dana sekitar Rp 31 miliar lebih,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengerjaan proyek sempat diwarnai kekecewaan salah satu jurnalis televisi lokal. Jurnalis itu mengaku dicegat petugas serta tidak dibolehkan mengambil gambar pembangunan RSIK. Ia dicegat, dengan alasan sudah ada perintah dari direktur pelaksana pekerjaan.
Namun saat dikonfirmasi, pelaksana proyek dari PT DIU membantah sudah melarang wartawan mengambil gambar. “Kita tidak melarang asalkan izin. Ini dia langsung masuk begitu saja, lalu mengambil gambar. Nanti kita yang disalahkan,” kata Burhanudin di kantornya seraya meminta maaf pada awak media, kemarin.
Lanjut Burhan, mengambil gambar secara sembarangan memang dilarang. Bahkan, tak sedikit dari kalangan mahasiswa, maupun pelajar mencoba berselfi di depan proyek. “Kami kira dia itu mahasiswa atau dari mana, makanya langsung kita larang. Mohon dipahami, karena kita juga sama-sama bekerja,” ucapnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here