Beranda Praya Metro Mesin Parkir Dishub Mangkrak

Mesin Parkir Dishub Mangkrak

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA MASALAH: Salah satu mesin parkir milik Dishub.

PRAYA – Tiga titik keberadaan mesin parkir elektronik milik Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah mangkrak. Sampai dengan saat ini, alat itu tak difungsikan.

Baik yang ada di RTH Tonjeng Beru, depan pertokoan Praya dan di eks pasar lama belakang Toko Orine.  Padahal sebelumnya, pihak dinas berjanji akan difungsikan tahun ini.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng, Lalu Akhmad Sauki saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mesin parkir elektronik belum difungsikan. Alasannya, disebabkan karena payung hukum melalui peraturan bupati (Perbup) belum ada.

“Kami masih menunggu Perbup nya jadi dulu. Baru kita bisa operasikan,” tegas Sauki di ruang kerjanya, kemarin.

Selain itu, Sauki tidak serta merta gegabah menerapkan mesin parkir ini, karena memerlukan kajian mendalam baik penerapannya serta dampaknya. “Secara lokasi memang sudah tepat dan sesuai,” yakin dia.

Sauki menjelaskan, kenapa harus memerlukan kajian menyeluruh, sebab pengelola kawasan tersebut masuk dalam aset daerah. Jika sistem parkir elektronik jadi diterapkan, menurutnya, maka perlu dirumuskan apakah nanti masuk pajak atau retribusi.  Jika sistem parkir elektronik diterapkan, potensi pendapatan melalui parkir cukup besar.

“ Ini baru contoh saja dulu,” katanya.

Disinggung mengenai anggaran pengedaan mesin parkir? Ia enggan untuk memberitahukannya. Sauki menjelaskan, jika jumlah anggaran keseluruhan dirinya tidak mengetahui pasti, karena yang tahu adalah kabid.

“Cobak nanti saya tanyak dulu berapa anggaran,” jawabnya aneh.

Ditambahkan, pihaknya harapkaan dengan penerapan mesin parkir nantinya di wilayah Loteng, kedepanya selain akan mengatasi pungli terjadi, namun akan membuat PAD dari leasing sektor akan semakin besar.

“Kalau dari sisi untuk meningkatkan pelayanan ini, bagus karena kita lihat sendiri parkir dimana-mana membuat macet,” tuturnya.

 

Sementara itu, Lurah Praya Maskur sangat menyangkan mesin parkir di depan pertokoan maupun belakang orine belum difungsikan oleh pihak dinas.  Pasalnya, kondisi mesin parkir sekarang sudah ada yang rusak, kacanya banyak yang pecah belum lagi kameranya juga.

“Harus segera dimanfaatkan itu,” desaknya.

Dia mengaku, pihaknya melihat parkir di wilayah Praya sangat menjanjikan penghasilan. Belum lagi di lokasi-lokasi keramainan seperti salah satunya di lapangan Muhajirin maupun pertokoan Praya. Dalam satu harinya jukir bisa mendapatkan Rp 300 ribu.

“Bila dikalkulasikan satu bulan penghasilannya sangat banyak,” ujarnya.(jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here