Beranda Politik Jadi Jurkam Suhaili-Amin, Djekat Diproses

Jadi Jurkam Suhaili-Amin, Djekat Diproses

BERBAGI

TANJUNG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lombok Utara memproses dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan H Djekat selaku Pimpinan DPRD Lombok Utara. Bentuk dugaan pelanggaran yang ditindak adalah tidak mengantongi surat cuti kampanye saat menjadi juru kampanye (Jurkam) pasangan Suhaili-Amin yang dilaksanakan di Lombok Utara pukul 01.00 Wita, Sabtu lalu (24/3).
“Sudah kita panggil Amaq Djekat bersama dua saksi lapangan dan Sekretaris DPRD Lombok Utara Achmad Sujanadi untuk dimintai keterangan,” ungkap Koordinator Devisi Hukum dan Penyelesaian Pelanggaran (HPP) Panwaslu Lombok Utara, Deni Hartawan.
Dari hasil proses, Djekat sempat melakukan pembelaan diri atas bentuk dugaan pelanggaran yang dilakukan tersebut. Alasannya, tidak mengetahui adanya aturan PKPU bagi anggota dewan yang berkampanye terlebih dahulu harus cuti. Dari pembelaan itu, kemudian pihaknya sudah memberitahukan aturan yang mengatur tersebut. Yang tercantum dalam Undang-Undang Pemilukada dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 tahun 2017 tentang Tahapan Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Bahkan, Djekat sempat juga menyalahkan atas aturan. Sebab menurut Djekat, tidak pernah disosialisasikan pada tataran dewan. Tapi, bukan menyalahkan Panwaslu, justru ia mengapresiasi langkah dlakukan melaksanakan bentuk pengawasan.
“Kita sudah sampaikan, bahwa seharusnya dewan lebih memahami karena merekalah yang membuat aturan itu di tingkat atas (pusat),” tegasnya.
Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya imbauan kepada bersangkutan agar mentaati aturan yang ada. Pada saat hendak Djekat menghadiri berkampanye, Panwascam Kayangan sudah diintruksikan mendatangi ke rumah Djekat, karena pada Surat Tanda Pemberitahuan Kampanye (STPP) Suhaili-Amin tercantum nama Djekat menjadi Jurkam.
“Panwascam Kayangan dan Panwaslu Kabupaten sudah menanyakan surat cuti. Setelah ditanyakan pada waktu itu, ternyata tidak punya dan kemudian mengimbau untuk tetap tidak datang. waktu itu, Amaq Djekat berjanji tidak akan berbicara. Tapi waktu kampanye, justru tetap menjadi jurkam. Kami sudah punya bukti foto-foto dan video,” bebernya.
Untuk diketahui, pasangan Suhaili-Amin melakukan kampanye road show mulai dari Kecamatan Tanjung, Kayangan dan Bayan. Sementara Djekat, yang menjadi Ketua DPD Golkar Lombok Utara ikut berkampanye di dua titik, yaitu rumahnya Ustadz Turmudzi di Kecamatan Kayangan dan rumahnya Mariadi di Kecamatan Bayan.
Kemudian, keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi akan menjadi bukti pemberkasan bahwa Djekat benar menjadi jurkam, dan tidak mengantongi surat cuti yang seharusnya dikeluarkan Sekretariat DPRD Lombok Utara.
“Pak Sujanadi sudah memberikan jawaban, Amaq Djekat tidak mengajukan surat cuti. Yang mengajukan hanya Sudirsah (Gerindra) dan Nasrudin (PPP). Ini akan menjadi bukti tambahan dalam pemberkasan perkara,” katanya.
Setelah mendapatkan keterangan selanjutnya Panwaslu akan membuat kajian dengan batas waktu diberikan selama 3 hari, jika belum selesai maka akan diberikan 2 hari lagi untuk melengkapi berkas tersebut. “Apa bentuk sanksi administrasinya, nanti diserahkan ke KPU Kabupaten dan Provinsi untuk memberikan sanksi,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H Djekat mengatakan, dirinya tidak pernah diberitahukan mengenai PKPU tersebut. Seharusnya Panwaslu menyampaikan kepada pimpinan parpol dan anggota dewan secara forum resmi. “Seharusnya menyosialisasikan kepada pimpinan politik, supaya tidak terlanjur seperti itu,” cetusnya.
Sedang mengenai imbauan yang telah dilakukan kepada dirinya dengan didatangi ke rumahnya, anggota Dapil Kayangan-Gangga ini berdalih bahwa Panwaslu hanya mengimbau secara lisan tanpa membeberkan aturan tersebut.
“Kalau sanksi saya terima saja, kan mereka wasitnya. Tapi, saya tetap mengapresiasi langkah yang dilakukan Panwaslu itu,” terangnya. (flo/lpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here