Beranda Ekonomi Harga Jagung Stabil

    Harga Jagung Stabil

    BERBAGI
    JAGUNG

    Harga Jagung Stabil – Sebagian besar petani jagung saat ini sedang melakukan panen raya. Dalam mengontrol permainan harga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lombok Utara pun telah melakukan koordinasi dengan para pengusaha lokal agar tetap mengacu kepada harga yang telah ditetapkan pemerintah.
    “Sebagian besar sudah panen. Untuk harga kita sudah turun mengontrolnya agar tidak ada permainan harga,” kata Kepala DKPP Lombok Utara, H Melta.
    Harga jual di tengah petani yang dijual ke pengepul pun bervariasi. Ada yang menjual dari harga Rp 2.900 per kilogram sampai Rp 3.200 per kilogram. Sementara harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 3.150 per kilogram. Harga bervariasi ini khusus bagi jagung kering dengan kadar air 15 persen, kalau jual basah para petani hanya sedikit. Persaingan harga inipun dipengaruhi lokasi areal tanam.
    “Tapi masalah kualitas, tahun ini lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya,” akunya.
    Berdasarkan data panen Januari-Maret, petani yang menanam jagung seluas 2.698 haktare. Areal tanam yang luas di Kecamatan Bayan seluas 1.521 hektare, disusul Kecamatan Kayangan 1.106 hektare, baru Kecamatan Gangga seluas 69 hektare. Sementara Kecamatan Pemenang dan Tanjung hanya seluas 1 hektare.
    “Bayan dan Kayangan lebih luas karena banyak areal kering yang mengharapkan air tadah hujan,” terangnya didampingi Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Bidang Tanaman Pangan dan Holti Sukersih.
    Sementara para petani yang sudah melakukan panen seluas 2.292 hektare. Didominasi Kecamatan Bayan seluas 1.069 hektare dengan hasil produksi 7.659 ton, Kecamatan Kayangan seluas 1.040 hektare dengan hasil produksi 6.780 ton, Kecamatan Gangga seluas 50 hektare dengan hasil produksi 246 ton, Kecamatan Tanjung baru 132 are 904 ton, Kecamatan Pemenang 1 hektare dengan hasil produksi 6,73 ton.
    “Total keseluruhan hasil produksi pada saat ini 15.597 ton lebih,” ungkapnya. Para petani melakukan panen raya, ada dua satu kali dalam setahun, dan ada juga dua kali panen dalam setahun. Jagung-jagung dijual pengepul ini, lalu para pengepul menjual ke luar daerah.
    “Persaingan harga tahun ini lumayan menguntungkan, kalau di bawah itu baru petani merugi,” tandasnya.(flo/lpg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here