Beranda Ekonomi Cerita Widodo, Penjual Layang Hias Musiman dari Banyuwangi

    Cerita Widodo, Penjual Layang Hias Musiman dari Banyuwangi

    BERBAGI
    DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA MUSIMAN: Widodo saat menunjukkan layang hias yang dijualnya, kemarin.

     

    Modal 80 Juta, di Lombok Penjualan Laris Manis

     

    Ini merupakan hasil tangan kreatif warga Desa Genteng Waten, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Nama pemilik usaha layang hias ini, Widodo yang secara musiman datang ke Lombok berjualan.

     

    DIKI WAHYUDI-LOTENG

     

    SIANG itu, sekitar pukul 12.30 Wita, di samping jalan raya Marde, Kecamatan Praya begitu banyak layang hias. Warnanya beragam. Dan gambar di layang hias itu cukup menarik pengguna jalan penasaran.

    Layang hias ini, merupakan layang hias pertama kali dipasarkan di Lombok Tengah secara khusus. Radar Mandalika pun ikut penasaran dan menyempatkan diri bertanya.

    “Ini layang hias namanya,” tutur Widodo penjual layang tersebut, kemarin.

    Perlahan, Widodo menceritakan awal ia membuka usaha ini. Dulunya, Widodo menjual mainan anak-anak, karena penghasilan kurang ia pun putar kepala dan mencoba usaha musiman jual layang hias.

    Usaha ini, dibuka Widodo sekitar tahun 2000, di Jawa lebih khusus di tempat tinggalnya warga menerima baik kehadiran usaha barunya. Setap tahun pendapatan jualan ini terus meningkat. demikian juga modal setiap musim selalu meningkat dan sekarang setiap musim a harus mengeluarkan modal sampai 80 juta.
    “Alhamdulillah mas, cukup laris di Lombok kami jual juga,” ceritanya.

    Dia menjelaskan, menjual prodak hasil tangan kreatifnya ini, Widodo harus meninggalkan tiga orang anak dan isteri di Banyuwangi. Namun, secara perlahan kehidupannya dirasa makin baik dari sebelumnya. Bayangkan saja, satu layang hias ukuran besar dijual 80 ribu, ukuran kecil 30 sampai ada yang 25 ribu.

    Untuk modal, satu layang hias ia habiskan modal tidak banyak. Namun keutungan bisa dibilang tiga kali lipat. Jenis bahan layang hias ini, sama seperti layang kertas pada umumnya. Bedanya ada tambahan bahan seperti kain asahin, dan spidol permanen.

    “Bedanya hanya di situ mas,” ujarnya.

    Saat ini, baru sepekan berjualan tingkat pembeli cukup banyak layang hias ini. Bahkan, ia harus buka dua titik berjualan. Di Seweta dan Praya. Adapun jenis gambar yang ditampilkan di layang hias itu, gambar kartun yang kini tengah diminati anak-anak.

    Misalnya, Sifa jagoan cilik dari India dalam ceritanya, helen lotito, burung hantu dan gambar kartun unik lainnya. “Ini gambar kesenangan anak-anak,” ungkap Widodo.

    Selama menjalankan usaha ini, Widodo telah mampu mempekerjakan delapan orang karyawan di Banyuwangi. Secara tidak langsung Widodo telah mampu membuka lapangan pekerjaan secara kecil di kampung halamannya.(*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here