Beranda Praya Metro Banyak Jukir Malas Setor Retribusi

Banyak Jukir Malas Setor Retribusi

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Lalu Akhmad Sauki

PRAYA – Ditemukan masih banyak juru parkir (Jukir) di Kabupaten Lombok Tengah yang malas setor retribusi parkir ke pemerintah.

“Banyak jukir yang tidak setor dengan berbagai alasan, namun kita tetap terus menyurati koordinator parkir yang tidak setor,” tegas Sekretaris Dishub Loteng, Lalu Akhmad Sauki, kemarin.

Sauki menyampaikan, kebocoran ini harus diakui.  Dimana, ini semua terjadi justru karena ketidakpatuhan sejumlah Jukir soal kewajiban ke pemerintah melalui dinas. Sistem yang dibangun selama ini, tidak efektif memaksa para Jukir menyetorkan pendapatan di lapangan. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang melawan petugas.

Namun, untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya berbagai upaya salah satunya dengan melakukan evaluasi terhadap penerimaan parkir. Pihaknya juga aktif melakukan patroli parkir pagi dan sore hari dengan menurunkan sejumlah personelnya ke lapangan. Jika ada petugas parkir ilegal yang tak menggunakan rompi, tak membawa karcis dan tak menggunakan kartu tanda petugas, maka akan diberi peringatan.

“Memang kendala kita karena banyaknya jukir nakal ini. Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita tidak melampui target,” bebernya.

Untuk target PAD sendiri, kata Sauki pihaknya ditergetkan setiap tahun menyetorkan sebesar Rp 500 juta. Meski jumlahnya sedikit, selama ini pihaknya tidak melampui target. Pasalnya, dinas selalu setor setengah dari target. Dari angka Rp 250 juta hingga Rp 300 juta per tahunnya.

“Kalau pungutan kita kepada jukir semua merata sebanyak Rp 20 persen dari pendapatan mereka,” ungkapnya.

Menurut Sauki, agar jukir tersebut patuh membabayar retribusi, keterlibatan aparat penegak hukum penting, selain untuk menghindari adanya potensi premanisme para Jukir. Mereka yang menolak membayar dan malah melawan petugas, akan berhadapan dengan hukum.

“Iya, ini hanya sekadar ide-ide saja yang terus terang kami masih cari mana yang terbaik,” curhatnya.

Sedangkan untuk jumlah parkir yang ada di wilayah Loteng sebanyak 130 titik.  Baik depan pertokoan maupun pasar modern hingga parkir di lokasi ruang terbuka hijau.  Bila semua mematuhi aturan, tentua pendapatan dari parkir akan sangat besar.  Tapi sayangnya semua tidak berjalan dengan baik.

”Kalau semua taat, pendapatan kita tentu mencapai miliaran,” yakinnya.(jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here