Beranda Kriminal Sepekan, Sembilan Tersangka Dikurung

Sepekan, Sembilan Tersangka Dikurung

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA PENGUNGKAPAN: Kasat Reskrim Polres Loteng saat menyampaikan rilis hasil pengungkapan beserta BB dan pelaku, kemarin.

 

Satu Tersangka Dugaan Korupsi ADD

PRAYA — Pihak Polres Lombok Tengah merilis hasil pengungkapan kasus selama sepekan ini. Ada sembilan tersangka yang berhasil dijebloskan ke bui (dikurung, Red) polisi dari beberapa kasus kejahatan. Namun, satu dalam pengungkapan ini, seorang mantan Kades Langko, Kecamatan Janapria diduga korupsi anggaran dana desa (ADD).

Selain mantan Kades, delapan tersangka lainnya terlibat kasus berbeda. Tiga tersangka pencurian kendaran (curanmor), inisial MI 28 tahun, BZ 30 tahun inisial IH alias Han 22 tahun warga Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria,  empat tersangka pencurian laptop di salah satu madrasah inisial RT 21 tahun, IO 13 tahun, MZ 25 tahun warga Desa Beleka dan inisial, SN 15 tahun warga Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur.  Sedangkan satunya adalah tersangka pencurian kayu hutan (ilegal logging) inisial HI 21 tahun warga Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara (BKU).

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang mengatakan, dari sembilan tersangka ini, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa lima kendaraan roda dua hasil curian, dua unit leptop merk Toshiba, satu unit merk accer, laptop asus. Selain itu, polisi juga mengamankan satu buah bong penghisap sabu, dan satu bungkus plastik klip serta sejumlah kayu ilegal beserta kendaraan roda empat jenis pikap.

“Ini merupakan hasil pengungkapan kita selama sepekan,” ungkap Rafles, kemarin.

Rafles menegaskan, dari semua tersangka tersebut ada juga merupakan pemain lama. Contohnya, pelaku pencuri kendaraan maupun pencuri laptop di madrasah.  Berdasarkan pemeriksaan oleh penyidik, mereka bukan hanya melakukan aksinya di wilayah Loteng, mereka juga pernah melancarkan aksinya di luar wilayah Loteng. “Sekarang kami masih melakukan pengembangan,” bebernya.

Rafles menjelaskan, untuk tiga tersangka kasus pencurian sepeda motor ditangkap di desa yang sama. Para tersangka merupakan sindikat curanmor. Mereka ada yang berperan sebagai penadah maupun pemetiknya. Sementara untuk pencuri laptop sendiri di dua lokasi yang berbeda.  Para tersangka dalam melancarkan aksinya secara berkelompok.

“Untuk harga barang hasil curian itu mereka jual murah. Hasilnya mereka bagi,” ceritanya.

Namun demikian, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui dugaan keterlibatan tersangka lainnya dalam dua kasus tersebut. “Kita masih dalami,” beber Rafles.

Dari perbuatannya, para tersangka harus mendekam di balik jeruji besi. Para tersangka diancam dengan pasal 480 penadah, pasal 363 dan 365 KUHP tentang pencurian. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Muhemin menambahkan, dalam penangkapan empat pencuri laptop di MA NW tersebut pihaknya sudah mendalami tiga tersangka yang positif mengkonsumsi narkoba.

“Kami juga masih kembangkan tiga tersangka itu,” katanya. (jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here