Beranda Headline Mobil Listrik Mahasiswa Curi Perhatian

Mobil Listrik Mahasiswa Curi Perhatian

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA MENCOBA: Plt Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mencona mobil listrik ciptaan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mataram di arena Pekan Inovasi dan Gelar TTG Kota Mataram, kemarin.

Ikuti Pekan Inovasi dan Gelar TTG

MATARAM—Beragam inovasi dan teknologi dipamerkan dalam Pekan Inovasi dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Mataram. Peserta pameran berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram, serta kalangan Perguruan Tinggi diwakili Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram (Unram).
Salah satu inovasi teknologi yang sempat dicoba Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana adalah mobil listrik karya mahasiswa FT Unram. Mobil berwarna hitam itu coba dikemudikan Mohan di Taman Sangkareang. Atas inovasi itu, Mohan memberi acungan jempol. “‎Perlu dikreasi lagi. Karena ini masih sangat sederhana,” kata Mohan.
Ia memuji hasil karya mahasiswa karena dinilainya merupakan produk yang baru dan sangat bermanfaat. “Daya tempuhnya bisa 40 kilometer, bisa sampai Lombok Timur,” kata dia.
Pemkot Mataram, lanjut Mohan, tetap mensupport hasil inovasi para mahasiswa karena memiliki daya kreasi cukup tinggi. Tinggal menggembangkan inovasi yang dimiliki saat ini. “Pemerintah dalam kapasitas mensupport,” imbuhnya.
Selain kalangan akademisi, Mohan juga mendorong pelaku usaha bisa terinspirasi membantu pengembangan teknologi dan inovasi. Utamanya yang berbasis kearifan lokal. Sehingga bisa diproduksi dalam jumlah besar dan berkualitas, serta bisa memenuhi standar pemasaran. “Harapannya, dunia usaha terlibat melalui CSR bisa mensupport dan menstimulus pembiayaan untuk pembuatan inovasi masyarakat,” katanya.
Terhadap segala inovasi dan TTG yang dipamerkan, ada yang sudah masuk penilaian skala nasional. Seperti mobil listrik, dan alat pengolah sampah. Bahkan, ada teknologi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti alat pengering biji-bijian dan pengering tembekau. “Itu sudah diproduksi dalam jumlah besar, dan digunakan sampai hari ini,” ungkapnya.
Namun untuk kebutuhan di kota, Mohan merasa teknologi pengolahan sampah paling dibutuhkan. Untuk itu, kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Mataram diminta terus mengawal pengembangan alat tersebut. “Yang ada sekarang masih skala kecil. Perlu disempurnakan lagi, dan nanti kita biayai untuk membuat yang lebih besar,” kata Mohan seraya menambahkan, jika alat pengolah sampah yang ada sekarang sudah teruji, dan tidak menghasilkan emisi yang polutif.
Selain itu, Pemkot Mataram juga berkomitmen mengoptimalkan keberadaan Pos Pelayanan Teknologi Terpadu Kecamatan (Posyantek). Selain sumber informasi, Posyantek juga diarahkan untuk menjembatani masyarakat selaku pengguna dan pemanfaat TTG. “Balitbang harus terus berkoordinasi dengan pemprov, dan pemerintah pusat. Sehingga, apa yang dihasilkan penemu bisa bermanfaat, diterapkan dan bisa dirasakan masyarakat,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Litbang Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, Pekan Inovasi dan Gelar TTG tahun 2018 Kota Mataram menampilkan 36 hasil inovasi dari seluruh OPD lingkup Kota Mataram. Serta hasil teknologi dari masyarakat yang diakumulasi melalui Posyantek yang dilantik beberapa waktu lalu. Pada kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari, dari tanggal 26-28 Maret 2018 ini, juga menampilkan hasil inovasi dari mahasiswa Universitas Mataram.
Sedangkan output kegiatan ini nantinya, hasil-hasil inovasi akan dilakukan penjurian dengan dua titik utama penilaian, yaitu inovator teknologi dan stand. “Peserta terbaik akan mewakili Kota Mataram untuk kegiatan TTG tingkat Provinsi NTB pada tanggal 4 April 2018,” terangnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here