Beranda Kriminal Digerebek, Satu Pelajar Positif Narkoba

Digerebek, Satu Pelajar Positif Narkoba

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA PERIKSA: Dua orang pelajar tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satnarkoba Polres Loteng, kemarin.

 

Enam Rekan Lainnya Negatif

PRAYA — Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah menggerebek salah satu rumah di Jalan Sonokeling 1 Nomor 18 Perumnas, Kecamatan Praya Tengah, Senin (26/03) malam.

Hasilnya, aparat menetapkan satu orang oknum pelajar inisial HW, 20 tahun warga Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut yang hasil tes urine positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Dalam penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 17.00 Wita. Enam rekan tersangka inisial TM, SM, WW, HP, RZ  warga Loteng hanya jadi saksi dan mengaku tidak mengetahui jika rekannya mengkonsumsi barang haram. Dari tangan tersangka, aparat mengamankan barang bukti (BB) berupa, satu poket kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, satu buah pipa kaca yang berisikan bening yang diduga sabu, alat hisap, satu buah pipet, dan dua buah korek api gas.  “Penggerebekan di rumah ini berdasarkan laporan dari masyarakat,” terang Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Muhemin di ruang kerjanya, kemarin.

Muhemin menegaskan, pihaknya menetapkan satu tersangka disebabkan karena memang enam pemuda ini setelah dilakukan pemerikasaan urine negatif dari barang haram itu. Sedangkan satu rekannya positif.  Selain itu, saat dilakukan penggerebekan enam pemuda ini tidak berada di kamar berbeda dengan tersangka.

“Mereka memang tidak tahu kalau tersangka sedang konsumsi barang haram itu,” ceritanya.

Muhemin menyatakan, dari hasil pemeriksaan enam pemuda ini mengaku benar-benar tidak tahu rekannya menggunakan sabu. Secara kebetulan, saat itu enam pelajar ini tengah kumpul dan membahas soal sepeda motor yang dipinjam namun tidak dikembalikan oleh satu temannya.

“Untuk sementara, enam pelajar dan yang menempati rumah kita jadikan saksi dulu,” kata dia.

Sementara untuk tersangka, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengejar pengedarnya. Sebab, dari keterenganya ia mengambil barang di wilayah Mataram. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Jo Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

 

Sementara itu, salah satu pemuda yang dipercayai tinggal di rumah tersebut oleh keluarganya, inisial RH menyatakan, pihaknya sudah tinggal di rumah itu lama semenjak dirinya duduk di bangku SMA.

“Yang punya rumah sebenarnya adalah paman saya. Saya hanya diminta untuk menempatinya saja,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari penggerebekan yang dilakukan polisi, dia bersama temanya yang datang bermain, sebab pihaknya juga tidak mengetahui jika ada temanya yang belakangan datang sedang konsumsi sabu.  “Kalau tersangka memang teman kami. Dia sudah tinggal selama dua minggu di sini,” ceritanya. (jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here