Beranda Wisata Barejulat Menuju Desa Wisata

Barejulat Menuju Desa Wisata

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA UJI COBA: Sejumlah pemuda Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat menunjukkan peralatan river tubing sebelum melakukan latihan beberapa waktu lalu.

Bentuk Spot Wisata Alam, Pemdes dan Pemuda Kompak

Sebelum memastikan diri sebagai salah satu desa wisata di Lombok Tengah, sejumlah pemuda Desa Barejulat pun mulai melakukan beragam terobosan. Salah satunya mengembangkan spot wisata river tubing.

TARNADI-LOTENG

BESARNYA potensi pariwisata daerah di kawasan selatan Lombok Tengah, membuat sejumlah desa juga mulai mempersiapkan diri untuk memanjakan mata para wisatawan. Kendati spot wisata yang ditampilkan bukan menjadi spot baru, namun desa wisata masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal, domestik maupu wisatawan mancanegara. Desa pun mencari potensi yang ada di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat. Sejak beberapa bulan terkahir, desa ini sedang melakukan persiapan untuk menghadirkan sejumlah spot wisata alam. Adapun spot wisata itu yakni spot wisata air berupa river tubing, wisata buah, wisata sepeda keliling desa hingga wisata bercidomo. Untuk spot wisata river tubing sendiri, bakal menjadi spot unggulan. Buktinya, beberapa waktu lalu pemuda setempat sudah melakukan pemantapan mengenai rute di sungai setempat, mulai dari Dusun Bungkawang, Lengkok Pandan, Loang Sawak, sampai Dusun Renjase. Rute ini cukup panjang. Dari garis star memakan waktu kurang lebih dua jam dengan panjang sungai 1,7 kilometer. Dalam menikmati rute tersebut, pengunjung nantinya akan dimanjakan oleh berbagai macam suguhan dari pengelola. Mulai dari persediaan makanan ringan, pemandangan alam sekitar sungai sampai aneka spot selfie.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan tanam raya juga di pinggir sungai dengan berbagai macam tanaman buah-buahannya,” ujar salah satu pengelola yang tergabung dalam Borju River Tubung (BRT), Haidir Akbar kepada Radar Mandalika.
Untuk mendukung hal itu, Pemdes setempat kini telah menyediakan peralatan yang dibutuhkan dalam pengembangannya.
“Alhamdulillah, support dari Pemdes sangat besar dan teman-teman Karang Taruna Pelangi Karya sangat aktif,” ujar pria yang juga Kadus Loang Sawah ini.
Pengembangan kawasan wisata alam ini pun telah dikonsep dengan pengembangan wisata kerajinan warga sekitar melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai produk unggulan desa. Salah satunya produksi minyak mentah dari kelapa.
“Selain berwisata alam, pengunjung juga bisa mengunjungi berbagai jenis hasil produksi warga yang diperjual belikan di BUMDes,” sambung Ketua BUMDes Barejulat, Mahlil beberapa waktu lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here