Beranda Kriminal 19,2 Kg Ganja dari Sulawesi Utara Dibakar

19,2 Kg Ganja dari Sulawesi Utara Dibakar

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA BARANG HARAM: Petugas BNNP NTB sata memusnahkan gaja kering 19,2 Kg dengan cara dibakar, kemarin.

 

MATARAM – Pihak Badan Narkotika Nasional  (BNN) Provinsi NTB memusnahkan dengan cara dibakar narkotika jenis ganja kering seberat 19,2 kilogram (kg) di halaman kantor BNNP, kemarin.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Denny Priyadi mengatakan, ganja kering ini berasal dari Sulawesi Utara yang akan diedarkan di beberapa daerah di NTB, namun berhasil digagalkan BNNP NTB, waktu itu.

“Dan hari ini kita lakukan pemusnahan, barang ini kami temukan di tangan tersangka berinisial HW, 40 tahun warga Lombok Timur,“ terang Denny kepada wartawan.

Denny menuturkan, BB tersebut merupakan  pengungkapan tanggal 1 Maret yang merupakan pengungkapan kasus setelah BNNP melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman ganja melalui jalur ekspedisi.

Denny menyebutkan, dari pengakuan AW,  tersangka sudah tiga kali menerima kiriman paket ganja yang berasal dari Sulawesi Utara.

“Yang jelas kita berupaya melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang pernah mengkonsumsi,” janji Denny.

Denny mengaku, BNNP juga sudah kirim berkas kasus AW lansung ke kejaksaan dan menunggu dnyatakan lengkap atau P2. “Kalau memang tidak ada hal yang perlu dilengkapi dari kejaksaan, secepatnya kita harapkan bisa P21,” harapnya.

Disinggug terkait apakah memang ada jaringan lagi selain AW? Denny mengaku, BNNP masih mendalami.“Kita bekerjasama juga dengan pihak BNN Sulawesi Utara dan kemudian dari BNN pusat, kita lakukan terus menerus untuk berupaya mengungkap jaringan narkoba,” tegasnya.

Untuk tindakan selanjutnya, akan dilakukan oleh BNNP melakukan kerjasama dengan ekspedisi untuk antisipasi apabila ada kemungkinan-kemungkinan pengiriman seperti ini terjadi. “Intinya kita lakukan komunikasi secara intens,” tuturnya.

 

Sementara, kuasa hukum tersangka AW, Lalu Muhamad Fadil mengatakan, AW hanya merupakan perantara, dan yang mengatur tujuan barang tersebut adalah dari pemasok di Sulawesi Utara.

“Klien (AW) kami ini ditelpon bahwa ini loh barang yang akan dikirim, kami ambil. Jadi klien kami ini, hanya sebagai kurir,” belanya.

Dia menjelaskan, memang barang tersebut sudah ada jatah masing-masing, nanti kalau sudah sampai baru ditelpon.

Sementara, AW menyesali perbuatanya tersebut. “Mau diapalagi, nasi sudah menjadi bubur,” kata tersangka.(cr-can/r1)

 

BERBAGI
Artikel sebelumyaDPRD NTB Bakal Turun ke Kuta
Artikel berikutnyaIni Jurus Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here