Beranda Ekonomi Royal Tulip Dibangun

    Royal Tulip Dibangun

    BERBAGI

    Sediakan 180 Kamar Mewah dan 18 Villa

    PRAYA — Pembangunan di kawasan Mandalika makin terlihat. Sekarang Royal Tulip mulai membangun dibuktikan dengan dilakukan ground breaking pembangunan, kemarin.

    Hotel mewah berskala dunia ini dibangun di lahan seluas 3,2 hektare. Pembangunan hotel ini melalui investasi dua investor. Yakni, Lis Internasional yang merupakan investor dari Korea Selatan dan Suhartono. Dalam hotel ini akan dilengkapi dengan 198 kamar. Dengan rincian, 180 kamar hotel, dan 18 full villa. Selain itu, hotel ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah yang akan semakin memanjakan wisatawan nantinya.

    “Keberadaan hotel ini akan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan nantinya,” tutur Kepala General Affair PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Lanang Bratasuta usai grounbreaking, siang kemarin.

    Untuk membangun hotel megah ini, nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp 400 miliar. Sedangkan untuk masa pengerjaan dalam kurun waktu 1 tahun 7 bulan, terhitung sejak dimulainya groundbreaking kawasan. Sementara hotel ini dibangun di lokasi yang berdekatan dengan Hotel Novotel, Kuta.

    “2019 mendatang diupayakan sudah bisa beroperasi,” teragnya.

    Tidak hanya Royal Tulip saja, namun masih ada hotel lain yang akan mulai dikerjakan tahun ini. Seperti halnya, Paramount Picture yang akan melakukan groundbreaking pada April mendatang. Hotel tersebut nantinya akan dibangun di lahan seluas 4 hektare. Dengan menyediakan 300 unit kamar hotel. “April ini banyak sekali yang akan di groundbreaking,” terangnya.

    Dalam hal ini, ITDC sebagai pengelola kawasan akan terus melakukan percepatan pembangunan di dalam kawasan. Mengingat masih ada beberapa hotel mewah lagi yang akan dibangun di kawasan Mandalika. Seperti Grand Aston, Palamarta, X2, Marriot dan lainnya.

    “Masing-masing akan membangun sekitar 100 hingga 300 kamar,” bebernya.

    Lanang menjelaskan, dengan banyaknya hotel yang mulai dibangun, menandakan minat investor untuk berinvestasi di kawasan sudah semakin tinggi. Hal ini juga mendandakan kepercayaan investor untuk berinvestasi di kawasan Mandalika. Salah satu yang dilihat investor adalah terkait keamanan. Dalam hal ini, untuk mewujudkan keamanan yang baik di dalam kawasan ITDC tidak bisa melakukan sendiri. Namun harus ada dukungan dari semua pihak. Mulai dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

    “Karena, jika investor tidak percaya maka tidak mungkin menanamkan modal,” tuturnya.

    Pada 2020 mendatang diperkirakan ribuan kamar hotel yang akan dibangun. Tentu dengan banyaknya kamar hotel tersebut akan menimbulkan multiplier effect salah satunya menyerap banyak tenaga kerja. Pihaknya optimis, akan mampu memenuhi kebutuhan kerja.

    “Kita akan berupaya untuk memenuhi itu, mana yang bisa kita angkat,” tuturnya.

    Sementara itu, Plt Bupati Lombok Tengah, L Pathul Bahri menuturkan, dengan dimulainya pembangunan Royal Tulip ini, menandakan kesiapan kawasan Mandalika. Sehingga diharapkan dengan tersedianya ribuan kamar hotel yang akan dibangun nantinya, mampu menyerap tenaga kerja, khususnya di Lombok Tengah. Dalam hal ini, pihaknya sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yang dibutuhkan kawasan. Baik melalui pelatihan maupun dengan adanya sekolah pariwisata skala nasional di Lombok Tengah.

    “Ini menjadi keuntungan tersendiri untuk Lombok Tengah. Karena akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Pathul. (bam/r1)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here