Beranda Lombok Timur Ketika Dermaga Dishub Kampung Baru Terlupakan (1)

Ketika Dermaga Dishub Kampung Baru Terlupakan (1)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PERBAIKAN : Pokdarwis Tanjoh sedikit demi sedikit mulai melakukan pembenahan, termasuk perbaikan gedung Dermaga.

Pokdarwis Tanjoh Manfaatkan Jadi Lokasi Pelayanan Wisata
Dermaga perhubungan Provinsi NTB di Kampung Baru Desa Tanjung Luar, belasan tahun mangkrak. Kini, dermaga itu mulai difungsikan sebagai dermaga pariwisata.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
DESA Tanjung Luar Kecamatan Keruak, terletak di wilayah pesisir selatan Lombok Timur. Desa ini dihuni sebagian besar penduduknya sebagai nelayan. Bahkan, nelayan desa ini dinilai sebagai penghasil ikan terbesar di Lotim. Karena memang, tidak sedikit nelayan setempat yang memiliki kapal di atas 5 GT.
Sebagai penghasil ikan terbesar di Lotim, beberapa dermaga juga sudah dibangunkan pemerintah. Meski ada pula dermaga yang mangkrak. Parahnya lagi, galangan kapal yang sudah dibangunkan pemerintah, juga mangkrak.
Di bagian utara desa ini, tepatnya dikampung Baru, Pemerintah Provinsi memiliki aset sebuah dermaga, dan lahan masih kosong. Selain dermaga, juga dilengkapi kantor Syahbandar. Namun sayang, dermaga yang cukup besar itu, hanya ditempati menjadi lokasi pemancingan, dan tempat tongkrongan. Sama sekali dermaga itu tidak memberikan manfaat terhadap daerah, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kantor Syahbandarnya saja, terlihat jarang dihuni. Atau memang tidak ada pejabat atau staf lainnya yang ditempatkan di kantor Syahbandar tersebut.
Dermaga milik Dinas Perhubungan Provinsi NTB ini, sudah belasan tahun mangkrak. Dua kantor yang terlihat berdiri kokoh, sudah tak memiliki daun jendela, apalagi pintu. Atapnya pun mulai terlihat melepuh. Dua bangunan itu, ditengarai hanya menjadi tempat pesta minuman keras (miras), dan perbuatan maksiat lainnya. Bahkan, di dalamnya tercium bau amis karena menjadi tempat kencing dan buang air besar.
Tanggul dermaga ini, mulai roboh karena dihantam ombak setiap angit barat. Tanggulnya menjadi rusak berat, setelah dihantam gloro menurut bahasa nelayan Tanjung Luar, atau dikenal dengan angin barat akhir tahun 2017 lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim sudah meninjaunya pasca kejadian. Namun nyatanya sampai detik ini, tak pernah ada yang diperbuat pemerintah. Tak terkecuali pemerintah provinsi. Padahal, itu bisa membuat dermaganya putus, jika tidak tertangani cepat.
Beberapa kali para pegiat wisata desa setempat mengusulkannya untuk dimanfaatkan. Mereka mengusulkan pemanfaatan Dermaga Kampung Baru, agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Dampak positif dermaga bisa difungsikan, dan agar tidak lagi menjadi lokasi pesta miras. Maupun selama ini kerap menjadi lokasi para pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) beraksi. Sebab, jika masih menggunakan lokasi lama didekat SPBN Tanjung Luar, bau sampah ikan di sekitar pasar mengusik wisatawan yang menggunakan trasportasi jalur laut.
Setelah melalui proses yang panjang, kini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjoh, binaan Daeng Bahtiar Rifa’i mendapat izin memanfaatkan dermaga tersebut. Dua bangunan itu sedang dibenahi sebagai lokasi pelayanan informasi wisata maupun pelayanan tiket bagi wisatawan.
Dua bangunan ini dibenahi dan dipermak sedemikian rupa. Tolietnya pun diganti, untuk memberikan rasa aman pada wisatawan yang datang. Perbaikan dua gedung itu, murni merogoh kantong dari para pelaku jasa transportasi wisata. Sepeser pun tidak ada dari pemerintah, khususnya untuk perbaikan dua gedung tersebut.
“Kami ingin memperbaiki tanggul dermaga agar bisa menjadi pemecah ombak langsung. Tapi butuh batu cukup banyak. Belum lagi harus kita penimbunan lubang area halaman dermaga, bekas dihantam ombak,” kata Daeng Bahtiar Rifa’i, pembina Pokdarwis Tanjoh. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here