Beranda Lombok Utara Duit Ada, Giliran Lahan yang Susah

Duit Ada, Giliran Lahan yang Susah

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika WISATA: Gili Air menjadi akses kunjungan para wisatawan dunia.

Terkait TPS di Gili Air dan Meno

KLU—Anggaran untuk pembelian lahan tempat pengelolaan sampah (TPS) di Gili Meno dan Gili Air sudah dialokasikan pada APBD 2018. Namun sayangnya, belum ada lahan yang pas untuk dijadikan tempat pengelolaan sampah tersebut.
“Kita sudah survei beberapa titik, tapi memang masih kita pertimbangkan,” ujar Kadis DLHKP Lombok Utara, Rusdi.
Kaitan dengan rencana pembelian lahan di dua gili ini, rencananya Pemkab akan membeli lahan seluas 20-25 are pada dua gili itu dengan alokasi anggaran masing-masing Rp 30 miliar. Namun untuk kisaran harga jelasnya, akan ditinjau oleh tim apraisal.
“Saat ini kita masih telusuri dulu keabsahan beberapa lahan yang rencana akan kita beli itu, apakah statusnya sah sebagai hak milik atau bagaimana. Memang ada beberapa yang menawari lahan kepada kita juga,” ujarnya.
Untuk diketahui, persoalan sampah memang menjadi persoalan serius di ketiga gili di Lombok Utara. Sejak lama, sampah yang ada di gili setiap harinya diangkut ke daratan. Namun kini armada dan tenaga yang ditugaskan belum memadai, sehingga banyak sampah-sampah tidak tertanggulangi secara maksimal. Parahnya lagi, tumpukan sampah pun sering mengganggu para wisatawan ketika hendak memasuki kawasan gili. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here