Beranda Lombok Utara Rempek Cetuskan Jumpa Pelita

Rempek Cetuskan Jumpa Pelita

BERBAGI
DIPERLEBAR: Bupati Najmul Akhyar bersama jajaran dan masyarakat mengecek kondisi jalan yang telah diperlebar masyarakat, kemarin. HERY MAHARDIKA/LOMBOK POST GROUP

KLU-Masyarakat Dusun Julitung Desa Rempek Kecamatan Gangga menggagas gerakan Jumat Pagi Pelihara Lingkungan Kita (Jumpa Pelita). Gerakan ini bertujuan membersihkan lingkungan dan meningkatkan infrastruktur dasar lingkungan sekitar.
Salah satu yang sedang dikerjakan adalah memperlebar akses jalan desa yang panjangnya 2 kilometer dengan lebar 7 meter secara swadaya. Dulu, lebar jalan hanya 4 meter dengan kondisi tidak tertata. Pelebaran jalan yang menghubungkan tiga dusun melalui Jumpa Pelita ini telah dilakukan sejak Februari 2018. Tiga dusun tersebut yakni Dusun Busur dengan jumlah penduduk 300 KK lebih, Dusun Kuripan dengan jumlah penduduk 150 KK dan Dusun Julitung 150 KK. “Jalan ini sangat dibutuhkan sebagai akses jalur pengangkutan komoditi hasil perkebunan masyarakat. Atas dasar itu, masyarakat bersama kadus serta RT, Kades dan Camat, termasuk Danramil Gangga membentuk Jumat pagi pelihara lingkungan kita (Jumpa Pelita),” ungkap salah satu penggagas program Jumpa Pelita, Suryadinata.
Akses jalan sendiri kata dia, sudah dibuka ini dilengkapi dengan drainase. Sehingga pada saat musim hujan kondisi jalan yang masih bertanah ini masih bisa dilalui. Tidak seperti sebelumnya yang masih belum dibuatkan drainase. “Anak-anak kami di sini yang bersekolah sering jatuh sehingga mereka harus balik absen bersekolah,” katanya.
Dikatakan, jalan yang diperlebar dan ditata ini merupakan jalur utama truk dan pikap yang akan mengambil komoditi perkebunan. Sayangnya kondisi jalan yang belum teraspal membuat kendaraan pengangkut tersebut tetap saja kesulitan, kendati sudah diperlebar. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir kendaraan tidak bisa naik, karena buruknya kondisi jalan saat musim hujan. Tentu dampak dari kondisi jalan seperti itu membuat pendapatan petani rendah, karena banyak termakan ongkos transportasi.
Oleh karenanya, jika jalan yang dibuka bisa diaspal pemerintah maka akan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. “Harapan segera diaspal itu yang menjadi tujuan kami agar harga komoditi lebih tinggi. Ini kunjungan pertama kali bupati,” tandasnya.
Sementera Camat Gangga, Ahmad Suhadi menerangkan, akses jalan yang sudah dibuka di Desa Rempek ada empat lokasi, yaitu Dusun Soloh sepanjang 3 km, Dusun Kuripan sepanjang 2 km, Dusun Tuan Ani Busur Barat sepanjang 2 km, dan Dusun Jelitung ini sepanjang 2 km.
“Ini semua kita kerjaakan tahun ini bersama masyarakat dengan melibatkan unsur kepolisian dan TNI,” terangnya.
Sementara itu, Bupati KLU, H Najmul Akhyar sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan masyarakat setempat. Melalui gerakan ini masyarakat membuka jalan secara sukarela. “Itulah pentingnya kita turun tinjau untuk perlu kita berikan dukungan. Nanti kita akan kirimkan ekskavator dan peralatan gotong-royong seperti sekop, cangkul dan arco. Nanti Dinas LH yang akan berikan,” janjinya.
Sementara untuk aspal nanti dibahas. Apakah bisa masuk APBDP 2018 atau APBD 2019. Jalan ini lanjutnya merupakan salah satu jalur yang harus diprioritaskan, karena daerah sudah berkomitmen memprioritaskan pembangunan jalan itu karena memiliki potensi ekonomi tinggi. “Saya dengar tadi, di sini pisang menjadi murah karena membawanya mahal oleh para pengusaha. Kalau jalan bagus maka saya yakin harga produk masyarakat bisa tinggi,” jelasnya. (flo/lpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here