Beranda Mataram Pakaian Bekas Impor Sulit Dicegah

Pakaian Bekas Impor Sulit Dicegah

BERBAGI
LOGO BEA CUKAI

MATARAM-Sejak tahun 2009, pakaian bekas impor sudah dinyatakan sebagai barang ilegal dan dilarang masuk ke Indonesia. Namun, penyelundupan pakaian bekas buatan luar negeri tidak bisa terbendung karena tingginya permintaan domestik.
Kepala Sesi Perbendaharaan dan Pelaksana Harian Bea Cukai Mataram I Wayan Tapamuka mengatakan, selama ini Bea Cukai susah untuk membuktikan bawa pakaian bekas tersebut dikirim dari luar negeri. “Kalau kita periksa selalu pengakuannya datang dari Indonesia bukan dari LUAR negeri. Kami tidak bisa membuktikan bahwa itu dari luar negeri,” ujarnya di kantor Bea Cukai.
Bea Cukai juga sudah beberapa kali melakukan pemeriksaam terhadap pakaian bekas yang masuk ke NTB. Namun setiap ada kapal yang datang yang ditanyakan barangnya dari mana, ngakunya dari Sulawesi, Kalimantan atau lain di wilayah Indonesia. “Ya mungkin itu modusnya dari sana, terus dilanjutkan ke sini (NTB). Kami tidak bisa bertindak di sini dengan mengatakan bahwa itu impor dari luar negeri. Karena mereka juga menyertakan kuitansi dari indonesia. Jadi itu kelemahan kami,” jelasnya.
Apakah tidak ada upaya lain Bea Cukai untuk mengawasi masuknya pakaian bekas? Wayan menegaskan selalu berkoordinasi dengan aparat terkait untuk penanganan itu. “Kordinasi dengan kepolisian juga terus kita lakukan, tapi untuk membuktikan itu yang susah,” katanya.
Sementara itu untuk pengawasan masuknya pakaian bekas di pulau Sumbawa, Bea Cukai Sumbawa dan Dinas Perdagangan Sumbawa sudah melakukan pengawasan. Apalagi pulau Sumbawa menjadi tempat masuknya pakaian bekas terbanyak. “Aturannya tidak boleh impor barang bekas. Tetapi selalu alibinya bukan barang impor. Jadi kita tidak bisa menindak. Karena mereka punya modus masuk dulu ke tempat lain yang bisa dimasuki. Setelah itu baru dioper ke Indonesia dengan transaksi yang di dalam negeri,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here