Beranda Lombok Barat Lingsar Jadi Desa Percontohan

Lingsar Jadi Desa Percontohan

BERBAGI
Humas Lobar For Radar Mandalika MENERAPKAN: Asisten III Setda Lobar H Faturrahim bersama Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Dirjen Pemerintah Desa Kemendagri RI, Eka Prasetyo melihat Lab Site Desa Lingsar, kemarin.

LOBAR—Desa Lingsar Kecamatan Lingsar ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI sebagai salah satu Laboratorim Lapangan (Lab Site) Pemerintah Desa Tahun 2018. Di mana Desa Lingsar menjadi salah satu desa dari delapan desa yang ditunjuk.
Dipilihnya Desa Lingsar sebagai lokasi Lab Site ini bukan tanpa alasan, karena sebelumnya desa ini sebagai juara I lomba desa tingkat nasional Regional IV. Hal ini susuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemrmendagri) Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.
Perlu diketahui program Lab Site Pemerintahan Desa, memiliki sejumlah program, baik itu program utama maupun tematik. Salah satu program utamanya yaitu pemenuhan kepemilikan KTP Elektronik (e-KTP) bagi warga Desa Lingsar.
“Ini adalah laboratorium percontohan untuk desa-desa lain di Indonesia. Target 100 persen perekaman mudah-mudahan bisa tercapai berkat program ini,” ujar Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Dirjen Pemerintah Desa Kemendagri RI, Eka Prasetyo, kemarin.
Sementara itu, Pemda Lobar mengaku berterima kasih atas penghargaan yang diberikan untuk Desa Lingsar. Terlebih lagi sejauh ini target perekaman e-KTP di Lobar belum memenuhui target.
“Dari 97 persen target yang diberikan pemerintah pusat baru 86 persen yang terealiasasi. Dengan adanya bantuan program ini kita harap bisa menaikkan target,” ungkap Asisten III Setda Lobar, H Faturrahim.
Terpisah, Sekertaris Dukcapil Lobar Faturrahman mengaku dari data jumlah 510 ribu wajib perekaman, masih tersisa 46 ribu jiwa belum, termasuk di daerah Desa Lingsar.
Menurutnya, berdarasakan data untuk Desa Lingsar dari jumlah penduduk 4.800 jiwa, tersisa 1.900 jiwa yang belum melakukan perekaman. Namun faktanya setelah dilakukan pengecekan di lapangan yang tersisa hanya 200 jiwa.
“Hal ini disebabkan karena data yang masuk hanya data kelahiran saja. Sedangkan untuk data kematian sangat kurang laporan kependudukannya,” ujarnya.
Kendati demikian berbagai langkah dan upayah terus dilakukan oleh pihak Dukcapil demi mengejar target perekaman tersebut. Mulai dari sosialisasi melalui media, baliho, bersuratke desa hingga jemput bola langsung ke masyarakat . (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here