Beranda Headline Menteri Budi Janjikan Rp 10 M untuk Dermaga Trawangan

Menteri Budi Janjikan Rp 10 M untuk Dermaga Trawangan

BERBAGI
Ist/RADAR MANDALIKA DISKUSI: Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi Bersama Kadis Perhubungan Lombok Utara saat berdiskusi sebelum menuju Gili Trawangan, Sabtu pekan lalu.

KLU—Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia kabarnya akan menggelontorkan anggaran senilai Rp 10 miliar ke Lombok Utara. Dana itu untuk pembangunan dermaga di Gili Trawangan. Hal ini dibeberkan pihak kementrian saat melakukan kunjungan ke Gili Trawangan dalam agenda persiapan IMF Meeting yang akan berlangsung Oktober mendatang.
“Dermaga yang ada sekarang dianggap tidak representatif oleh Pak Menteri. Jadi kita dijanjikan untuk pembangunan dermaga permanen,” beber Kadis Hublutkan Lombok Utara, Agus Tisno, kemarin.
Kunjungan Menhub Budi Karya Sumadi bersama jajarannya kata Agus, tak lain dalam rangka mengecek persiapan Gili Trawangan sebagai objek salah satu agenda yang akan dikunjungi peserta IMF Meeting Oktober mendatang di Bali. Sebab rencananya seluruh perwakilan Bank Dunia akan berada di sana. Sehingga wajar saja jika pusat mengatensi betul kondisi Dermaga Gili Trawangan.
“Acaranya memang di Bali tetapi ada agenda yang ke Trawangan juga,” jelasnya.
Tidak ada syarat berarti yang mesti dilengkapi Pemkab Lombok Utara. Pihaknya hanya diminta mempersiapkan dan memaparkan DED serta gambar bangunan tersebut. Rencana ini pun telah dikoordinasikan dengan pihak Provinsi sehingga dalam waktu dekat, dirinya beserta Kepala Dishub NTB diundang ke pusat guna membicarakan persoalan teknis pembangunan dermaga tersebut.
“Tander dan segala macamnya di pusat. Kita hanya terima jadi saja,” katanya.
Anggaran besar yang disediakan itu hanya merujuk pada pembangunan dermaga saja. Sementara menyangkut gedung dan lain-lain tidak ada space alokasi khusus. Pasalnya, Pak Menteri menginginkan supaya dermaga bersifat paten atau layaknya Dermaga Bangsal dengan panjang kurang lebih 100 meter.
“Pak Menteri minta dermaganya harus megah tetapi kita tidak akan merusak bangunan yang sudah ada. Nanti tinggal disambung saja sekitar 100 meter dermaga yang ada, ” cetusnya.
“Nah perawatan nanti kita anggarkan,” sambungnya.
Pembangunan dermaga itu sendiri harus segera selesai sebelum acara IMF-World Bank terlaksana. Artinya, dinas memiliki waktu kurang lebih enam bulan untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik. Pihaknya memastikan sejumlah langkah penataan mulai dari Gili Trawangan hingga Teluk Nara segara dilaksanakan. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here