Beranda Lombok Timur Janji Politik Ali BD Dituding Nol

Janji Politik Ali BD Dituding Nol

BERBAGI
MUHAMAD RIFAI / RADAR MANDALIKA H Lalu Hasan Rahman

LOTIM — Janji politik Calon Gubernur (Cagub) NTB, H Moch Ali Bin Dachlan, akan mengangkat honorer dua kali lipat, membuka lapangan pekerjaan, sampai berjanji akan membuat jalan tol Gunung Sari sampai Kayangan. Janji politik itu dianggap Sekretaris Dewan Pimpindan Daerah (DPD) Golkar Lombok Timur, H Lalu Hasan Rahman, hanya kosong belaka.
“Sekarang masyarakat sudah cerdas meski di iming-imingi janji politik seperti itu,” tegasnya.
Mestinya kata Hasan Rahman, sejak awal menjabat sebagai Bupati, menunaikan dan membuktikan janji politik tersebut. Bukan saat mencalonkan diri kembali menjadi calon Gubernur. Malah sebaliknya yang terjadi, mereka yang sudah lama mengabdi sampai belasan tahun tak dilirik. Justru mengangkat orang baru sebagai honor daerah.
“Ucapan itu akan sangat berharga manakala tidak sama sekali menjabat. Tapi begitu menjabat dan mau menjabat lagi, maka omongan itu akan menjadi kosong,” tegasnya lagi.
Setiap kampanye mendengungkan pembangunan sejumlah fasilitas perkantoran dan pasar tanpa utang. Itu menandakan orientasi pembangunan masih bersifat fundamental dan monumental. Pembangunan diumbar-umbar tersebut, hanya bisa dinikmati atau dikenang 25 tahun kedepan. Dibangunnya sejumlah fisik seperti pasar, dilihatnya tidak membuat pelaku ekonomi sejahtera. Malah jauh dari kata kesejahteraan.
Masyarakat sekarang ini sambung politisi yang akrab disapa Miq Maman ini, sudah bisa menilai seperti apa pembangunan Lotim sekarang ini. Itu cukup menjadi barometer bagi masyarakat untuk menentukan Pilihan pada tanggal 27 Juni mendatang.
“Semestinya, yang harus dilakukan bagaimana menyelesaikan masalah perut, masalah jiwa dan manusianya. Bukan membanggakan diri membangun kantor,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, konsep membangun Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih berharga, ketimbang membangun bangunan yang menurut pikirannya (Ali BD) berharga. Baginya, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih berharga.
“Pembangunan SDM kita selama masa pemerintahannya menjadi Bupati, sangat jauh dari harapan. Pemerintah menghabiskan dana miliaran rupiah untuk membangun fisik, tapi pembangunan SDM terabaikan, sama dengan bohong,” tutupnya seraya mengatakan, lebih bagus membangun SDM dulu, maka pembangunan fisik itu akan jalan sendiri. (fai/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here