Beranda Praya Metro Baterai Tower PT PMT Diembat Maling

Baterai Tower PT PMT Diembat Maling

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA TKP: Aparat kepolisian saat turun melakukan olah TKP, Sabtu (18/03) lalu.

PRAYA– Maraknya pencurian baterai tower seluler atau Base Transceiver Station (BTS) saat ini mulai merambah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Seperti halnya yang terjadi pada tower provider PT Putra Mulya Telekomunikasi yang beralamat di Dusun Karang Daye Desa Penujak Kecamatan Praya Barat yang telah kehilangan empat bateri BTS karena diembat kawanan maling, Sabtu (18/03). Akibatnya, operator merugi Rp 14 juta.
Lokasi penempatan tower yang berada jauh dari pemukiman penduduk dan tidak ada pengamanan penjagaan memuluskan upaya pencuri melakukan aksinya. Umumnya setiap tower memiliki BTS dengan kapasitas baterai delapan buah. Untungnya hanya empat buah baterai yang berhasil diambil oleh kawanan pelaku tersebut.
“Pelaku pencurian empat buah tower itu masih lidik,” kata Kasatreskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang di kantornya, kemarin.
Ditegaskan Rafles, kasus itu sekarang sudah ditangani oleh Polres Loteng. Dari laporannya, kejadian pencurian baterai tower itu pertama kali diketahui oleh salah satu pegawai Harmiyanto 37 tahun, warga Kelurahan Sasake Kecamatan Praya Tengah sekitar pukul 05.00 Wita. Dimana ia dihubungi oleh petugas Helpdesk yang berada di Malang Jawa Timur. Bahwa alarm tower di Dusun Karang Daya berbunyi.
Setelah menerima informasi itu, Harmiyanto langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan menemukan box atau kotak baterai sudah dalam kondisi terbuka dan baterai tower juga sudah hilang. Melihat kejadian itu, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Aparat yang menerima laporan, langsung turun melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Dan atas kejadian itu PT Putra Mulya Telekomunikasi mengalami kerugian sekitar Rp 14 Juta. Sedangkan untuk merek baterai yang hilang yakni Hoppeck Netpower 150 Bank.
“Kasus ini belakangan ini mulai terjadi lagi . Setelah beberapa tahun lalu kawanan pelaku sudah ditangkap,” jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya akan berupaya untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Untuk provider yang memiliki tower yang jauh dari permukiman warga agar lebih waspada. Pihaknya menyarankan agar setiap tower harus mempunyai penjaga malam.
Sementara itu, Kapolsek Praya Barat Loteng, Kompol Suparta menyatakan, adanya aksi pencurian baterai (aki) pada tower telekomunikasi akhir–akhir ini membuat makin waspada.
Untuk mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan maupun ruang gerak pelaku pihaknya selain intens melakukan patroli, petugas juga memberi penyuluhan kepada penjaga menara tower telekomuniasi agar mewaspadai adanya orang asing yang berkeliaran di lingkungan menara tower tersebut.
“Agar untuk keamanan di lokasi tower agar dilakukan giat penjagaan oleh Satpam atau memperdayakan warga sekitar dengan koordinasi dengan penyedia seluler dan kepala desa untuk mencegah terjadinya tindak pidana,” ujarnya. (jay/r04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here