Beranda Praya Metro DPPKBP3A Sebut Menurun, Polres Meningkat

DPPKBP3A Sebut Menurun, Polres Meningkat

BERBAGI

 

PRAYA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengalami penurunan tahun 2017, dibanding tahun lalu. Kendati demikian, upaya untuk mempertajam data tetap dilakukan.

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Lombok Tengah (Loteng), Hj Bq Maesarah membenarkan ini.  Pasalnya, sesuai dengan data yang tercatat tahun 2017, jumlah kasus KDRT yang terjadi sebanyak 112 kasus. Sedang untuk tahun 2016 lalu, sebanyak 152 kasus.  Sedangkan untuk tahun ini masih dilakukan pendataan.

“Kasus KDRT ini memang mulai berkurang,” ungkap Maesarah di ruang kerjanya, Kamis lalu.

Maesarah mengungkapkan, pihak terus berupaya mengurangi angka kasus kekerasan. Untuk mengatasi kasus tersebut, pihaknya bekerjasama dengan OPD terkait dan polres setempat untuk  mengusut kasus ke ranah hukum.

“Kita akan bekerja sama dengan bayak pihak,” janjinya.

Maesarah menyampaikan, dari jumlah kasus KDRT yang dihimpun, pada umumnya disebabkan selain karena faktor ekonomi dan anak yang meningkah di bawa umur juga penyebabnya.  Sedangkan, untuk pelakunya sendiri kebanyakan orang terdekat.

“Sekarang kita akan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, kategori KDRT ada dua. Yakni, nonfisik seperti dibentak atau dibiarkan alias tidak diberi nafkah, dan fisik yaitu pemukukan atau kekerasan. Jika merasakan dua hal itu, warga bisa melapor ke dinas terkait bahkan aparat kepolisian.

“Tapi kebanyakan kasus yang kami tangi jarang diselesaikan secara kekeluargaan,” cetusnya.

Selain itu, pihaknya  dari dinas akan terus memberikan pendampingan kepada korban. Pendampingan itu penting, sebab kondisi yang dialaminya bisa menggangu emosional seseoorang.

“Kita harus memberikan pendampingan agar mereka tidak setres,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang menuturkan, kasus KDRT memang kian marak terjadi. Untuk itu, pihaknya terus turun untuk melakukan sosialisasi.

“Kasus ini memang masih tinggi.  Namun ada pula beberapa yang dilaporkan kami telah tahan pelakunya,” kata Refles belum lama ini. (jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here