Beranda Headline Lombok Utara Fokus Lestarikan Kearifan Lokal

Lombok Utara Fokus Lestarikan Kearifan Lokal

BERBAGI
EVENT: Prosesi kegiatan Gendu Rasa Siu Ate Sopoq Angen di Gedung Serbaguna Gondang, kemarin. Ist/RADAR MANDALIKA

Gelar Gendu Rasa Siu Ate Sopoq Angen ke-7

KLU—Pemkab Lombok Utara siang kemarin menggelar agenda tahunan yang disebut Gendu Rasa Siu Ate Sopoq Angen. Dalam agenda yang masuk pada tahun ke-7 ini salah satunya fokus dalam membicarakan untuk bagaimana melestarikan kearifan lokal.
Ketua Panitia Pelaksana Gendu Rasa Siu Ate Sopoq Angen, Muhammad mengatakan, latar belakang dari kegiatan ini merupakan salah satu dari icon Kabupaten Lombok Utara. Dimana landasan hukum dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu UU No 33 Tahun 2009, UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU No 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Budaya.
“Adapun tujuan dari Gendu Rasa ini untuk menginventarisasi, mendokumentasi dan memvalidasi cagar budaya, mendorong efektivitas kearifan lokal dalam pelayanan publik, meningkatkan dan mengoptimalkan hasil karya dan seni masyarakat serta membangun dan mewujudkan identitas budaya,” jelas Muhammad.
Ia menyebut, sumber dana kegiatan gendu rasa dari DPA Bidang Kebudayaan, dan penyelenggara adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerjasama dengan YLKMP dan AMANDA PAER DAYA.
Dalam pembangunan KLU, mengoptimalisasi produk lokal seni dan budaya, adanya regulasi nilai budaya dalam bidang pendidikan.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar sangat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Gelaran Gendu Rasa Siu Ate Sopok Angen ini menjadi agenda tahunan Pemkab selama tujuh tahun berturut-turut.
“Besar harapan kita kegiatan ini lebih produktif, substantif terhadap kearifan lokal. Sehingga kita bisa terapkan dalam membangun daerah,” harapnya.
Sebagai salah satu icon dari Lombok Utara juga, mengenai kearifan lokal, adat budaya sejarah Pemkab selalu mengedepankan hal tersebut.
Sebab dengan adat budaya inilah Lombok Utara dapat dikenal dan terkenal khususnya di NTB.
Bupati juga berpesan kepada Yayasan Lembaga Kemanusian Masyarakat Pedesaan (YLKMP) untuk segera memiliki konteks yang padat dan terkait dengan akar budaya, masukan hasil sarasehan ini untuk menjadi kebijakan dalam hal adat budaya untuk mendorong dan kawal supaya semua desa memiliki Masyarakat Krama Desa (MKD). Hal ini merupakan aset dari Kabupaten Lombok Utara yang tidak dimiliki kabupaten-kabupaten lain di NTB.
Untuk diketahui pula, pada gelaran Gendu Rasa Siu Ate Sopoq Angen tahun ini memiliki tema “Merajut Kearifan Lokal Sebagai Citra dan Identitas Budaya Dalam Membangun Kabupaten Lombok Utara”. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here