Beranda Pendidikan Gunakan Pendekatan Kondisi Ril

Gunakan Pendekatan Kondisi Ril

BERBAGI
ILUSTRASI

LOTIM – Kebutuhan rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Timur, masih jauh dari ketersediaan anggaran. Karena itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menggunakan pendekatan kondisi ril atau sekolah yang benar-benar sangat membutuhkan.
Kepala Dikbud Lotim, H Lalu Suandi kepada Radar Mandalika, kemarin mengatakan, setiap tahun jumlah gedung yang direhab Dikbud tidak sedikit. Baik menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun bantuan pusat. Terkadang dana itu tidak saja untuk rehab, melainkan memenuhi kebutuhan ruang belajar, membangun perpustakaan, sanitasi sekolah dan sebagainya.
Bahkan anggaran melalui DAK untuk SD tahun ini, sebesar RP 17 miliar. Sedangkan untuk SMP, lebih dari jumlah yang dialokasikan untuk SD. “Dilihat dari kebutuhan, ketersediaan anggaran kita masih jauh. Dari itu, harus maklum sehingga kita membangun dengan sistem prioritas,” jelasnya.
Saat ditanya kabar rehabilitasi SD Negeri 3 Batu Nampar Kecamatan Jerowaru yang ambrol beberapa waktu lalu ini, Dikbud sudah membentuk tim dari unsur sekolah setempat. Tim didampingi fasilitator teknis yang sudah ditunjuk. Perencanaan rehabilitasi lima ruang kelas SD Negeri 3 Batu Nampar ini mulai action paling lambat April mendatang. “Nanti pengerjaan menggunakan sistem swakelola, anggaran dari DAK,” ujarnya.
Terkait itu, validasi data sekolah yang dinyatakan layak mendapat bantuan sedang dilakukan. Jumlahnya kata Suandi, tidak terlalu banyak. “Komunikasi dengan pemerintah pusat terus kita lakukan. Terutama, bagaimana mendapatkan program sebanyak-banyaknya dari pusat,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here