Beranda Headline Fahri Hamzah Bongkar Rencana PKS

Fahri Hamzah Bongkar Rencana PKS

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tidak gentar dengan tindakan dilakukan petinggi DPW PKS NTB dengan melaporkannya ke Mapolda NTB, Rabu lalu.

Kepada wartawan, Fahri melalui sambungan telepon justru membongkar rencana orang PKS kepada dirinya. Dalam masalah ini, Fahri menilai DPP PKS terlalu menekan kader tingkat wilayah. Tekanan yang dilakukan DPP kata Fahri, sudah mulai sejak 2015, dimana DPW PKS dipaksa mencari kesalahn dirinya agar bisa dipecat jadi kader.

“Saya minta DPP PKS hentikan tekanan kader,” tegas Fahri.

Fahri membeberkan, pemecatan dirinya di tahun 2016 tidak bisa digunakan. Sekarang, mereka ditekan lagi oleh DPP supaya melaporkannya.

“Mereka sudah minta maaf dan saya maafkan. Tapi sebagai ketaatan mereka harus ikut DPP,” ungkap Fahri secara terang menderang.

“Saya kasihan sama temen-temen kader,” tambahnya.

Dalam hal ini, pria yang juga DPR RI itu kemabli meminta agar DPP PKS menghentikan segala tekanan kepada kader. Menurutnya, kasus hukum yang diajukan Fahri adalah kasus pribadi tidak terkait dengan institusi dan kader.

Sementara itu, DPW PKS NTB Abdul Hadi yang dikonfirmasi tadi malam menegaskan, dengan mencermati beberapa pernyataan Fahri Hamzah di media sosial dan di berbagai media online, didapati beberapa pernyataan Fahri yang bermuatan dugaan fitnah dan/atau pencemaran nama baik terhadap PKS dan/atau kader PKS.

Dengan berbagai pemberitaan tentunya merupakan sesuatu yang tidak mendasar, sehingga patut diduga bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik serta sangat merugikan PKS.

Hadi menjelaskan, PKS sebagai partai dakwah, didirikan dan dijalankan dengan pondasi nilai-nilai Islam dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. PKS memiliki AD/ART dan tata aturan turunannya yang begitu rinci dan ketat mengatur  tentang perilaku pengurus dan anggotanya.

“Tidak ada kejahatan, kesalahan yang dibenarkan di PKS. Penerapan dan saksi atas sebuah kejahatan, kesalahan begitu rijit dan ketat diterapkan,” tegasnya.

Bahkan beberapa hal melebihi hukum positif peraturan perundang- undangan dengan mengacu pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian tentunya apabila ada sesorang yang menyatakan bahwa di PKS boleh melakukan kejahatan apa pun, yang  penting jangan beda pendapat atau boleh melakukan kesalahan apapun yang penting taat  Qiyadah, hal ini patut didugamerupakan fitnah besar dan pencemaran nama baik PKS.

“Ini tidak main-main,” kata Hadi.

Bukti lainnya yang diajukan DPW PKS dalam laporan itu, berita “Laporkan Sohibul Iman, Fahri Ngaku Dapat Dukungan dari Kader PKS” kemudian  Fahri Hamzah klaim dapat dukungan kader PKS laporkan Sohibul ke polisi sperti dalam laman https://news.detik.com/berita/d-3906251/laporkan-sohibul-iman-fahri-ngaku-dapat-dukungan-dari-kader-pks. Kemudian https://www.merdeka.com/politik/fahri-hamzah-klaim-dapat-dukungan-kader-pks-laporkan-sohibul-ke-polisi.html, https://nasional.sindonews.com/read/1287926/13/niat-fahri-hamzah-laporkan-sohibul-iman-didukung-kader-pks-lainnya-1520491576

Langkah-langkah Fahri yang melaporkan Mohammad Sohibul Iman yang juga Presiden PKS sama sekali tidak didukung oleh DPW PKS NTB dan DPD PKS se-NTB yang merupakan daerah pemilihannya dalam pemilu 2014.

“DPW PKS NTB menilai pernyataan dan langkah Fahri Hamzah akhir-akhir ini sudah berlebihan,” ujarnya. (cr-jho/r1)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here