Beranda Mataram 37 CTKI Asal Bima Digagalkan di Jateng

37 CTKI Asal Bima Digagalkan di Jateng

BERBAGI
ILUSTRASI

Petugas Temukan Ada Tiga Balita

MATARAM – Sebanyak 37 calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) asal Bima digagalkan pemberangkatannya menuju Malaysia. Penyebabnya, karena pengirimannya secara illegal. Tiga di antaranya ditemukan masih balita. Mereka lantas dipulangkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB.

CTKI itu dilimpahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, dikirim melalui Bandara Lombok International Airport (BIL) sekitar pukul 13.00 Wita menggunakan Batik Air ID 6652 dari Bandara Jakarta, kemarin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi NTB, H Wildan membenarkan adanya pemulangan CTKI tersebut. Dia mengaku, mereka digagalkan saat akan dikirim ke Malaysia melalui jalur Semarang menggunakan bus.

“Tadi siang sudah sampai Lombok dan langsung kita bawa ke Kantor Disnaker,” cerita Wildan yang dikonfirmasi via ponsel, kemarin.

Wildan belum bisa menjelaskan alasan pemberangkatan mereka termasuk adanya tiga balita yang ikut. pihkany akan melakukan pendalaman. Nantinya Disnaker akan langusng memulangkan ke daerah masing-masing. Wildan lebih lanjut menjelaskan, 37 orang CTKI tersebut terdiri dari 21 orang laki-laki, 13 orang perempuan dan tiga orang balita, para CTKI tersebut diamankan di pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah dan berangkat dari Bima menuju Jateng menggunakan bus.

Sementara proses pemulangannya menuju NTB, kata diadi fasilitasi oleh pihak Disnakertrans Jateng dengan bantuan pengawalan dari pihak Kepolisian Polda Jateng, serta selama proses pemulangan dari Jateng menuju LIA berlangsung dalam keadaan aman terkendali.

“Kami masih dalami model pemberangkatnnya,” jelas Wildan.

Dia menegaskan, jelas mereka ilegal, apalagi menggunakan bus, seperti rombongan pesiar yang sulit diketahui petugas saat keluar melalui pelabuhan Lembar Lombok Barat, beralasan kunjungi keluarga di Jawa.

“Mereka menggunakan paspor pelancong atau 48 halaman. Kami masih koordinasi dengan Disnaker Kabupaten Bima,” tururnya.

Terpisah, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Mataram, Djoko membenarkan ada penggagalan pengiriman CTKI asal Bima. Djoko menjelaskan, para CTKI tersebu ketika sampai di NTB merupakan tugas pemerintah daerah akan memulangkan ke daerah masing-masing.

“Kami dan Disnaker yang bertugas akan memulangkan mereka,” kata Djoko. (cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here