Beranda Headline PKS NTB Laporkan Fahri ke Polda

PKS NTB Laporkan Fahri ke Polda

BERBAGI
DOK/JAWA POS.COM Fahri Hamzah

MATARAM – Jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS NTB mempolisikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ke Mapolda NTB, kemarin. Jajaran PKS melayangkan laporan dugaan pencemaran nama baik dilakukan Fahri ke Direktorat Reskrimsus.

Fahri dilaporkan atas sangkaan menyebarkan fitnah melalui berbagai media online terhadap institusi PKS.

Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan sudah melaporkan politisi asal Pulau Sumbawa itu. DPW membawa sekitar 10 berkas bukti pernyataan Fahri di media yang memberatkan DPW PKS NTB.

“Tadi kami sudah laporkan, sekarang kami masih di BAP,” ungkap Abdul Hadi yang dikonfirmasi via ponsel, sore kemarin

Pria yang juga wakil Ketua DPRD NTB itu mengatakan, beberapa pernyataan Fahri melalui media online bukan masalah sepele, tetapi maslah serius yang harus dipertanggungjawabkan Fahri. Hadi menjelaskan, salah satu pernyataan Fahri dalam twiternyannya menyebutkan, antum mau saya bongkar modus, boleh melakukan kesalahan apapun yg penting taat Qiyadah?” Dari yang korupsi sampai kejahatan rumah tangga? Antum bisa pertanggungjawabkan ini dalam hukum agama dan negara? Kelakuan mu.. #MerdekaBro! (@Fahrihamzah)January 3, 2018.

Hadi menjelaskan, tulisan Fahri di twiternya itu salah satu alat bukti. Seperti yang disampaikan di atas ada 10 bukti wawancara dibeberpa media, salah satunya di media online detik.com yang bisa dilihat. Bukti bukti itu menurutnya sebagai bentuk pencemaran institusi PKS.

“Kami masih di Polda,” katanya.

Laporan Fahri juga dibenarkan Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Johan Rosihan. Johan mengkau tengah di Berita Acara Pemerikasaan (BAP) oleh pihak Polda. “Sekarang saya masih di BAP,” ujar Johan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, Fahri belum ada keterangan resmi. Coba dikonfirmasi melalui pesan belum memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan. (cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here